“Saya ingat bahwa Liga Champions adalah satu-satunya trofi yang belum pernah saya menangkan,” katanya.
Ia menyinggung pertandingan-pertandingan besar di Eropa yang kerap ditentukan oleh detail kecil.
“Pertandingan kemarin bisa saja berakhir Real Madrid menang 7-5 atau Inter menang 6-4. Perbedaannya ditentukan oleh detail,” ujar Fabregas.
Baca Juga:Fans Al-Hilal Minta Simone Inzaghi Dipecat: Ditumbangkan Neom Meski Habiskan Dana Transfer Rp4 TriliunOmari Hutchinson, Pemain Baru AC Milan Mengaku Tak Menonton Serie A
Fabregas tidak ingin memberikan tekanan tambahan kepada manajemen klub. Ia percaya Como telah memiliki orang-orang yang kompeten untuk mengelola perjalanan mereka di Liga Champions.
“Saya tidak mengatakan apa pun kepada klub. Mereka memiliki orang-orang yang kompeten. Kami memiliki staf yang hebat,” katanya.
Menurutnya, faktor terpenting untuk meraih kemenangan bukan hanya kualitas pemain, melainkan energi dan rasa lapar untuk terus berkembang.
“Yang paling penting adalah energi, seberapa besar orang-orang terlibat dalam proyek ini, rasa lapar dan keinginan untuk berkembang. Itulah yang membuat Anda memenangkan pertandingan,” tutur Fabregas.
Jika akhirnya Leipzig mampu tampil lebih baik dan meraih kemenangan, Fabregas memastikan Como tidak akan menyerah.
“Jika Leipzig lebih baik dan menang, kami akan memulai lagi dengan rasa lapar yang lebih besar. Tetapi bagi saya, kami sudah siap. Besok lapangan yang akan berbicara,” pungkasnya.
