TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah perubahan regulasi pendidikan, sekolah swasta kembali dihadapkan pada persoalan yang tak kunjung benar-benar tuntas. Mulai dari dampak Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga ketidakjelasan aturan rombongan belajar (rombel), menjadi kegelisahan yang mengemuka dalam pembinaan kepala sekolah dan madrasah Persatuan Ummat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengakui berbagai keresahan yang dihadapi sekolah swasta. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan menggantung karena berpengaruh terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan nonnegeri.
“Kami memahami keresahan terkait aturan rombongan belajar dan dampak SPMB terhadap sekolah swasta. Ini akan terus kami sampaikan dan perjuangkan di tingkat yang lebih tinggi, agar sekolah-sekolah swasta seperti PUI tetap mendapat ruang tumbuh dan dukungan bantuan yang layak dari pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga:Pengemudi Masih Belajar, Mobil Seruduk Motor dan Tabrak Gapura di Indihiang Kota TasikmalayaKerja Sama Pengelolaan Parkir Bukan Inisiatif Dishub Kota Tasikmalaya, Keberlanjutannya Akan Dievaluasi
Persoalan yang menjadi sorotan adalah implementasi Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2026 mengenai petunjuk teknis verifikasi dan validasi jumlah murid serta rombongan belajar pada satuan pendidikan dengan kondisi pengecualian.
Aturan tersebut dinilai masih menyisakan ruang tafsir sehingga sekolah swasta membutuhkan penjelasan yang lebih rinci.
Selain itu, dampak pelaksanaan SPMB juga menjadi perhatian. Sekolah swasta berharap ada kebijakan yang lebih berimbang agar tidak terus berada di posisi yang kalah bersaing dengan sekolah negeri, terutama dalam hal pemerataan peserta didik dan akses bantuan pemerintah.
Rojab menegaskan, Dinas Pendidikan siap menjadi jembatan komunikasi antara sekolah swasta dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar berbagai kebijakan yang lahir tidak justru mempersempit ruang gerak sekolah swasta.
Ia juga meminta kepala sekolah dan kepala madrasah terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta berinovasi dalam pengelolaan pendidikan.
“Kami berharap para kepala sekolah dan kepala madrasah dapat terus meningkatkan kualitas manajerial dan kepemimpinannya, sehingga pendidikan di lingkungan PUI mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Kota Tasikmalaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD PUI Kota Tasikmalaya, Purkon Wahidin menyambut baik kunjungan Kepala Dinas Pendidikan yang dirangkaikan dengan pembinaan kepala sekolah dan kepala madrasah di lingkungan PUI. Menurutnya, kehadiran Dinas Pendidikan menjadi sinyal positif bahwa pemerintah daerah mulai membuka ruang dialog dengan penyelenggara pendidikan swasta di tengah berbagai tantangan regulasi.
