Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Latih Kader Tangani Henti Jantung Sebelum ke Rumah Sakit

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Tim Dosen Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melakukan pengabdian masyarakat di wilayah Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya, pada Sabtu, 25 Juni 2026. (ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim dosen Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penanganan korban gawat darurat henti jantung sebelum tiba di rumah sakit (prehospital).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Panglayungan, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu, 25 Juni 2026.

Kegiatan dipimpin oleh Ns. Syaukia Adini, SST, M.Tr.Kep dan Ns. Novi Indriani, SST, M.Tr.Kep dengan menghadirkan narasumber praktisi dari Perawat IGD RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Ns. H. Wawan Ridwan, SST. Pelatihan juga melibatkan tiga mahasiswa profesi Ners, yakni Galang Adi Prayoga S.Tr.Kep, Azmy Khuzaimah S.Tr.Kep, dan Silvy Khaerunnisa S.Tr.Kep. Sebanyak 24 kader dari wilayah Puskesmas Panglayungan mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga:Andai Aku Jadi Wali Kota Tasikmalaya (Part 2)Kadis yang Tidak Suka Basa- Basi!

Ketua Pengabdian Masyarakat, Ns. Syaukia Adini, SST, M.Tr.Kep menjelaskan, pelatihan diberikan karena henti jantung merupakan kondisi yang mengancam nyawa sehingga membutuhkan penanganan cepat dan tepat di lokasi kejadian sebelum pasien dibawa ke rumah sakit. Selain itu, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai penyebab henti jantung terus meningkat.

“Angka kejadian serangan jantung saat ini sangat tinggi bahkan pada orang dengan usia muda, henti jantung bukan hanya disebabkan oleh masalah pada jantung serta pembuluh darah saja, tetapi juga dapat disebabkan oleh trauma,” katanya kepada radartasik.id, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, rendahnya peluang keselamatan pada kasus Out-of-Hospital Cardiac Arrest (OHCA) serta masih terbatasnya layanan kegawatdaruratan medis membuat kesempatan hidup penderita semakin kecil.

“Kelurahan Panglayungan di pilih sebagai tempat pengabdian, karena salah satu daerah di Kota Tasikmalaya dengan angka kejadian hipertensi tergolong cukup tinggi yang berisiko terhadap terjadinya serangan jantung,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim telah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Panglayungan H. Cece Nurdin, S.Kep, Ners, MM. Kader dipilih sebagai peserta karena dinilai memiliki peran strategis sebagai relawan kesehatan yang berasal dari masyarakat dan bekerja secara sukarela membantu meningkatkan derajat kesehatan warga.

0 Komentar