PANGANDARAN, RADSIK – Proses evakuasi kapal tongkang yang menumpahkan ribuan ton batu bara di Pantai Sukaresik Kabupaten Pangandaran pada pertengahan Juni lalu, akan mulai dilakukan, Selasa (28/7/2026).
Saat air laut pasang, badan kapal bahkan kerap tidak terlihat karena tertutup gelombang. Sementara batu bara yang tercecer, diduga masih ada didalam laut.
Di sekitar lokasi kejadian, sejumlah pekerja dari perusahaan pelaksana terlihat mempersiapkan proses evakuasi.
Baca Juga:Aturan Rombel SPMB Bikin Sekolah Swasta Gelisah, Kadisdik Kota Tasikmalaya Dorong Perbaikan KualitasPengemudi Masih Belajar, Mobil Seruduk Motor dan Tabrak Gapura di Indihiang Kota Tasikmalaya
Menurut Korlap Evakuasi Ahmad Robana sejumlah alat berat sudah didatangkan, di antaranya ekskavator, genset berkapasitas besar, tong apung, sling baja, serta perlengkapan teknis lain yang akan digunakan dalam operasi pengangkatan bangkai kapal.
Persiapan evakuasi bangkai kapal tongkang itu juga mendapat pengawasan dari unsur TNI dan Syahbandar Pangandaran. Ia mengatakan saat ini tim masih fokus pada tahap awal pemasangan peralatan pendukung.
“Untuk persiapan, kami menyiapkan wing untuk pemasangan sling baja ke tongkang. Setelah sampai ke kapal tongkang, kami siapkan alat untuk pengapungannya,” ungkapnya Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, tahapan pertama dalam proses evakuasi adalah menggeser bangkai tongkang hingga ke daratan.
Setelah kapal berhasil dipindahkan, proses dilanjutkan dengan penanganan batu bara yang masih berada di lokasi kejadian. “Yang pertama kita akan menggeser kapal tongkang sampai ke darat. Setelah itu baru kita akan menarik batu baranya,” katanya.
Menurut Ahmad, seluruh proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Hingga kini, tim baru menjalani sekitar satu pekan masa persiapan.
“Sementara ini kita baru berjalan satu minggu untuk persiapan. Waktu yang diperlukan untuk mengevakuasi sekitar dua bulan,” ungkapnya.(Deni Nurdiansah)
