TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah derasnya arus digital yang kerap menggerus interaksi sosial dan ketangguhan generasi muda, Pelajar Islam Indonesia (PII) justru memilih jalan berbeda.
Selama 10 hari ke depan, hampir ratusan kader dari berbagai daerah di Jawa Barat digembleng melalui Training Konvensional Pengurus Daerah PII Periode 2025–2027 di Aula SMK Bina Lestari PUI Kota Tasikmalaya, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Budi Mahmud Saputra, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, serta jajaran pengurus PII lainnya.
Baca Juga:Juara Olah TKP Jabar! Bukti Inafis Polres Tasikmalaya Kota Makin PresisiOJK Tasikmalaya Genjot Literasi Investasi Mahasiswa Unigal Melalui Sekolah Pasar Modal
Bagi Budi Mahmud Saputra, training tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi pemimpin yang memiliki karakter kuat, mental tangguh, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Saya berharap anak-anak yang mengikuti training ini benar-benar dibentuk karakternya, mentalnya, dan moralnya sehingga bisa menjadi generasi yang dapat diandalkan di masa depan,” ujarnya kepada Radar.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme para peserta yang rela mengikuti proses kaderisasi selama 10 hari penuh dengan berbagai materi kepemimpinan dan pengembangan diri.
Menurutnya, proses panjang itu menjadi bukti bahwa membangun karakter tidak bisa dilakukan secara instan.
“Saya melihat semangat mereka luar biasa. Selama sepuluh hari mereka digodok dengan berbagai materi. Ini menjadi bekal yang sangat baik agar lahir generasi yang mandiri, punya daya juang, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Budi menilai tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibanding masa sebelumnya.
Perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan, namun di sisi lain juga berpotensi mengurangi kemampuan bersosialisasi dan membangun kepemimpinan.
Baca Juga:GMNU Kritik Wali Kota Tasikmalaya Soal Bendahara dan Krisis FiskalDugaan Penyekapan di Cibeureum Kota Tasikmalaya Diselesaikan Kekeluargaan
Karena itu, menurut dia, organisasi seperti PII memiliki peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara kecakapan teknologi dengan pembentukan karakter.
“Di era digital sekarang ini tidak mudah membangun karakter. Semua serba digital, semua serba cepat. Justru di sinilah training seperti ini memiliki dampak positif karena membentuk mental, kepemimpinan, dan kemandirian kader,” terangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang lahir dari proses panjang, bukan sekadar populer di media sosial.
