Training Konvensional PII Tasikmalaya Jadi Kunci Mencetak Pemimpin Berkarakter di Era Digital

Training Konvensional PII Jawa Barat
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Budi Mahmud Saputra bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat menghadiri Training Konvensional Pengurus Daerah PII di Aula SMK Bina Lestari PUI Kota Tasikmalaya, Rabu (1/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya 
0 Komentar

“Kalau karakter tidak ditanamkan sejak sekarang, kapan lagi? Latihan demi latihan inilah yang akan membentuk pemimpin masa depan. Indonesia butuh pemimpin yang matang, bukan pemimpin yang instan,” tegasnya.

Menurut Budi, sejarah panjang PII sejak berdiri pada 1947 menjadi bukti bahwa organisasi tersebut konsisten mencetak kader yang berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

Ia menyebut banyak tokoh dan pemimpin yang lahir dari proses kaderisasi PII.

Baca Juga:Juara Olah TKP Jabar! Bukti Inafis Polres Tasikmalaya Kota Makin PresisiOJK Tasikmalaya Genjot Literasi Investasi Mahasiswa Unigal Melalui Sekolah Pasar Modal

“PII sejak awal memang membangun karakter kadernya. Saya percaya organisasi ini mampu melahirkan generasi yang memiliki integritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” tambahnya.

Budi mengapresiasi semangat kader PII yang tetap mampu menyelenggarakan training meski dengan berbagai keterbatasan.

Justru, menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak bisa diperoleh di ruang kelas.

“Kalau tidak begitu ya bukan PII. Saya tahu bagaimana proses perjuangan organisasi ini. Dari keterbatasan justru lahir kemandirian. Saya sendiri pernah merasakan memulai semuanya dari nol,” jelasnya.

Ia berpesan agar seluruh peserta meluruskan niat selama mengikuti training dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kapasitas diri.

“Kalian harus siap menjadi generasi emas Indonesia. Dua puluh tahun lagi mungkin kami sudah tidak lagi berada di posisi sekarang, tetapi kalianlah yang akan menggantikan kami. Karena itu siapkan mental, luruskan niat, fokus menjadi pemimpin masa depan,” pesannya.

Budi juga menekankan pentingnya memiliki kemampuan yang beragam di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Baca Juga:GMNU Kritik Wali Kota Tasikmalaya Soal Bendahara dan Krisis FiskalDugaan Penyekapan di Cibeureum Kota Tasikmalaya Diselesaikan Kekeluargaan

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus menguasai berbagai keterampilan agar mampu beradaptasi.

“Sekarang dunia berubah sangat cepat. Anak-anak muda harus memiliki multi skill, siap pakai, dan mampu menghadapi berbagai situasi. Semua itu dibentuk melalui proses kaderisasi seperti ini,” katanya.

Selain itu, ia mengajak seluruh peserta ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat, termasuk masih adanya ribuan anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal.

“Kalau ada persoalan di masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Diskusikan, komunikasikan, lalu ikut mencari solusi bersama pemerintah maupun masyarakat. Kontribusi itu harus dimulai dari sekarang,” tuturnya.

0 Komentar