Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra membagikan pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan sebelum menjadi pejabat publik.
Ia mengaku pernah mengalami kesulitan ekonomi hingga istrinya harus menjual perhiasan untuk membiayai pendidikan anak.
Pengalaman itu, kata Diky, menjadi pelajaran bahwa integritas dan kejujuran jauh lebih penting daripada jabatan maupun materi.
Baca Juga:Juara Olah TKP Jabar! Bukti Inafis Polres Tasikmalaya Kota Makin PresisiOJK Tasikmalaya Genjot Literasi Investasi Mahasiswa Unigal Melalui Sekolah Pasar Modal
“Saya pernah berada dalam kondisi sulit. Karena itu saya ingin adik-adik semua tetap menjaga integritas, tetap berjuang, dan jangan menyerah dengan keadaan,” katanya.
Ketua PD PII Tasikmalaya, Muhammad Yasir mengatakan Kota Tasikmalaya merasa terhormat menjadi tuan rumah Training Konvensional PII se-Jawa Barat.
Menurutnya, kaderisasi merupakan investasi peradaban yang akan melahirkan generasi muda Islam yang tangguh, disiplin, berintegritas, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta masyarakat.
“Selama 10 hari ke depan para peserta bukan hanya ditempa menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi pribadi yang kuat, disiplin, berintegritas, dan siap mengabdi untuk Islam serta bangsa,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
