JAKARTA, RADARTASIK.ID – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Laba bersih perseroan mencapai US$106 juta, meningkat 17 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Kinerja tersebut dinilai masih sejalan dengan ekspektasi pasar. Berdasarkan catatan Stockbit, realisasi laba bersih ITMG pada semester I 2026 telah mencapai sekitar 49 persen dari estimasi laba bersih untuk tahun penuh 2026.
Capaian tersebut juga relatif konsisten dengan pola historis perseroan. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata realisasi laba tahunan ITMG pada semester pertama berada di kisaran 48 persen.
Baca Juga:Investor Tembus 28 Juta, Wamenkeu Dorong Pasar Modal Indonesia Makin Dalam dan LikuidHonda Genio x Ultima II Jadi Panggung MUA Bandung, Karya Makeup Bertema Kemerdekaan Bikin Kagum
Meski demikian, kinerja kuartal II 2026 menunjukkan adanya tekanan. ITMG mencatat laba bersih sebesar US$51 juta pada periode tersebut, turun 6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan laba bersih kuartal II 2026 melonjak 97 persen.
Penurunan laba secara kuartalan terutama dipengaruhi oleh kenaikan biaya pertambangan. Salah satu faktor yang memberikan tekanan adalah kenaikan harga minyak yang berdampak terhadap biaya operasional kegiatan pertambangan.
Margin laba kotor ITMG pada kuartal II 2026 tercatat turun sekitar 210 basis poin secara kuartalan. Tekanan tersebut sejalan dengan kenaikan cash cost per ton sebesar 7 persen QoQ.
Kenaikan cash cost terutama berasal dari biaya pertambangan per ton yang meningkat 13 persen secara kuartalan. Kondisi ini membuat pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya mampu dikonversikan menjadi pertumbuhan laba pada kuartal tersebut.
Dari sisi pendapatan, ITMG sebenarnya masih mencatat kenaikan sekitar 1 persen QoQ pada kuartal II 2026. Namun, pertumbuhan tersebut terbatas karena volume penjualan batu bara turun menjadi sekitar 6 juta ton atau merosot 5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Volume penjualan tersebut juga berada di bawah guidance manajemen yang sebelumnya disampaikan dalam earnings call kinerja kuartal I 2026. Saat itu, perseroan menargetkan volume penjualan sekitar 6,5 juta ton untuk kuartal II.
Terlepas dari tekanan yang terjadi pada kuartal II, kinerja ITMG secara keseluruhan selama enam bulan pertama 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan dan UPI Perkuat Perlindungan Mahasiswa hingga Pegawai Non ASN, Ekosistem Lebih AmanBPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Perkuat Kepatuhan Perusahaan, Pekerja Mesti Dapat Jaminan Sosial
Pendapatan perseroan tumbuh 9 persen YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kombinasi peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata batu bara.
