Lahan tersebut direncanakan akan digunakan sebagai lokasi penempatan Batalyon TP di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Oleh karena itu, sejumlah kegiatan persiapan dilakukan di area tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
HANYA ADA 18 PERSONEL YANG DITERJUNKAN
Kodim juga membantah narasi yang menyebutkan ratusan anggota TNI diterjunkan untuk melakukan penggusuran terhadap petani. Berdasarkan data yang dimiliki Kodim, jumlah personel yang berada di lokasi saat itu hanya sebanyak 18 prajurit.
Kehadiran mereka, kata Dandim, semata-mata untuk melaksanakan kegiatan korve atau kerja bakti pembersihan lahan sebagai bagian dari persiapan penempatan personel di kawasan tersebut.
Baca Juga:Di Balik Panggung Anniversary STC ke-28: Pasukan Tanpa Honor!Bukan Sekadar Kinclong!
“Personel yang hadir hanya 18 orang dan kegiatan yang dilakukan adalah korve atau pembersihan lahan, bukan tindakan represif terhadap masyarakat,” jelasnya.
Kodim 0612/Tasikmalaya juga memastikan tidak ada tanaman produktif milik warga yang dirusak selama kegiatan berlangsung. Personel TNI hanya melakukan pembersihan semak belukar dan area yang akan digunakan untuk mendirikan tenda-tenda penempatan.
Menurut Dandim, hingga saat ini tidak terdapat laporan kerugian materiil dari masyarakat akibat kegiatan tersebut.
“Kegiatan yang dilakukan hanya membersihkan semak dan mempersiapkan area penempatan. Tidak ada tanaman warga yang digusur maupun dirusak,” tegasnya.
Pasca beredarnya video tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat setempat guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Hasil koordinasi menunjukkan kondisi di Desa Karangjaya hingga saat ini tetap aman, damai, dan kondusif.
Kodim menilai kesalahpahaman yang muncul dipicu oleh potongan video yang beredar tanpa penjelasan utuh mengenai konteks kegiatan yang sedang berlangsung di lokasi. Melalui klarifikasi tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
Baca Juga:Unsil Dorong Teknologi Pengolahan Sampah Rumah Tangga untuk Kurangi Beban ke TPA CiangirPoltekkes Kemenkes Tasikmalaya Edukasi Kesehatan Reproduksi Cegah Kejahatan Seksual di Sekolah
Masyarakat juga diharapkan melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu sesuai dengan fakta sebenarnya.(Ujang Nandar)
