Konflik Agraria, Petani Karet di Pangandaran Diduga Jadi Korban Intimidasi

Petani karet pangandaran korban intimidasi
Ilustrasi by Gemini
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID– Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyoroti adanya konflik agraria yang terjadi di wilayah Dusun Cisarua, Desa Langkaplancar Kecamatan Langkaplancar baru baru ini. Di mana ada dugaan intimidasi terhadap petani karet dibarengi perusakan alat kerja petani.

​Konflik yang tengah berlangsung ini dilaporkan telah menimbulkan ketakutan dan tekanan psikologis yang luar biasa bagi warga setempat, khususnya para petani dan ibu-ibu.

​Dalam keterangan tertulisnya, Jeje mengaku sudah mendatangi lokasi konflik tersebut, terkejut mendengar langsung keluhan dan intimidasi yang dialami oleh warga. Berdasarkan kesaksian warga di lapangan, sejumlah fasilitas dan hasil perkebunan mereka dirusak oleh pihak tertentu.

Baca Juga:Kolaborasi MBK Ventura dan Baznas, Serahkan Bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan Berikan Edukasi Kepada MasyarakatKerja Sama Urusan Retribusi Parkir Tak Masuk Logika, Potensinya Malah Rugi

​Tidak hanya merusak pohon dan mangkok sadapan, warga juga mengaku mendapatkan ancaman kekerasan fisik yang membuat mereka tidak berani beraktivitas di kebun selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini bahkan membuat sejumlah ibu-ibu histeris dan menangis saat mengadukan nasib mereka.

Jeje menyampaikan, konflik agraria ini berdampak serius pada kelestarian lingkungan. Wilayah Langkaplancar yang merupakan kawasan penyangga yang sangat vital bagi ketersediaan air di daerah Pangandaran bagian bawah.

​”Kepedulian saya adalah ini persoalan lingkungan. Langkaplancar ini daerah penyangga kebutuhan air yang ada di bawah (Pangandaran). Kalau di sininya gundul dan reboisasinya tidak berjalan, maka akan habis. Ini akan sangat berpengaruh pada ketersediaan air di bawah, seperti ke Green Canyon dan lain sebagainya,” ucapnya Senin (20/7/2026).

​Melihat situasi yang semakin kondusif bagi roda perekonomian warga dan ancaman kerusakan lingkungan, Jeje meminta agar seluruh pihak yang berwenang segera mengambil langkah tegas untuk menengahi konflik ini.

​Ia berharap Pemkab Pangandaran, Polres Pangandaran, Kodim, serta pihak terkait lainnya dapat segera duduk bersama dengan masyarakat dan pihak PTPN untuk mencari jalan keluar.

​”Melalui media ini, saya berharap pemerintah daerah, Pak Kapolres, Pak Dandim, dan semua pihak yang berkepentingan segera mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu. Ini konflik agraria, tengahilah dengan baik. Ajak ngomong kelompok masyarakat dan pihak PTPN. Duduk bersama-sama dengan damai agar warga tidak ketakutan dan bisa kembali beraktivitas,” ucapnya.

0 Komentar