Konflik Agraria, Petani Karet di Pangandaran Diduga Jadi Korban Intimidasi

Petani karet pangandaran korban intimidasi
Ilustrasi by Gemini
0 Komentar

Sementara itu Camat Langkaplancar, Acep Deni Firdaus menyampaikan, warga Desa Langkaplancar pada dasarnya hanya terdampak konflik yang terjadi di area perkebunan wilayah Desa Campaka, Kecamatan Cigugur.

“Kejadiannya itu di perkebunan wilayah Desa Campaka, Kecamatan Cigugur. Cuma warga yang menyadap karet banyak berasal dari Cisarua. Sekarang mereka terancam tidak bisa menyadap karet. Intimidasinya tidak bisa menyadap karet atau tidak bisa bekerja,” jelasnya.

Deni menyebutkan, sedikitnya terdapat 15 warga Dusun Cisarua, Desa Langkaplancar yang selama ini bekerja sebagai penyadap karet di area PTPN.

Baca Juga:Kolaborasi MBK Ventura dan Baznas, Serahkan Bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan Berikan Edukasi Kepada MasyarakatKerja Sama Urusan Retribusi Parkir Tak Masuk Logika, Potensinya Malah Rugi

Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk kelompok masyarakat, PTPN, pemerintah, dan instansi agraria.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar