TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan bantuan sarana 60 pasang tong sampah di Ciawi. Selain bantuan fisik, masyarakat juga diberikan edukasi keuangan, zakat, infak dan sedekah.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Aula Kantor Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi. Dihadiri perwakilan PT MBK Ventura bersama para nasabah, Baznas, OJK, Camat dan melibatkan 11 kepala desa.
Asisten regional Area Manager MBK Ventura Tasikmalaya Utara Lilis Susanti menerangkan bantuan tong sampah tersebut merupakan hasil kerjasamanya dengan Baznas RI. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Ciawi mengenai sarana publik. “Hasil komunikasi dengan berbagai pihak, yang dibutuhkan itu salah satunya tempat penampungan sampah,” ungkapnya.
Baca Juga:Kerja Sama Urusan Retribusi Parkir Tak Masuk Logika, Potensinya Malah Rugi48 Warga Pangandaran Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Mencapai Rp 868.855.000
Tong sampah 60 pasang tong sampah yang didistribusikan untuk 11 desa di wilayah Kecamatan Ciawi. Penempatannya menyesuaikan dengan kebutuhan baik itu di ruang publik, pendidikan atau pemerintahan. “Ada yang rencananya ditempatkan di sekolah, tempat umum, kantor dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Pihaknya berharap kolaborasi MBK Ventura dengan Baznas ini bisa terus berkelanjutan, rencananya hal serupa juga akan dilakukan di wilayah lain. Khususnya wilayah yang merupakan area pengembangan nasabah MBK. “Mudah-mudahan bisa terus berlanjut,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut Lilis juga menyosialisasikan program PT MBK Ventura sebagai perusahaan pembiayaan. Di mana pihaknya memberikan jasa pinjaman biaya usaha tanpa anggunan. “Tidak perlu menjaminkan sertifikat atau BPKB,” selorohnya.
Ditegaskan bahwa MBK Ventura merupakan penyedia jasa keuangan resmi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga jika memang nasabah merasa dirugikan karena ada sikap petugas yang tidak sesuai ketentuan, maka bisa langsung melapor.
Salah seorang nasabah, Siti Maryam (39) dari Cijangkar Desa Pasirhuni mengaku sangat terbantu dengan jasa pembiayaan dari MBK. Selama lima tahun menjadi nasabah, usaha jahitnya bisa lebih berkembang tanpa harus memberikan jaminan aset. “Dari pinjaman ke MBK saya bisa beli mesin, jadinya bisa lebih banyak melayani pelanggan,” tuturnya.
