TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) membawa inovasi penanganan sampah berbasis teknologi tepat guna di Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah sekaligus mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka yang selama ini masih dilakukan sebagian masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga setempat, tim KKN UMTAS memperkenalkan Insinerator Pemusnah Sampah Mandiri Berbasis Injeksi Uap Air, sebuah teknologi ramah lingkungan yang dirancang untuk mengurangi polusi udara sekaligus meminimalkan risiko kebakaran akibat pembakaran sampah sembarangan.
Baca Juga:NORMA NETIZEN!Belum Siap Eksekusi, Padahal Sistem dan CCTV Sudah Dibuat untuk Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Kota Tasikm
Program ini disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Perwakilan Tim KKN UMTAS, Ipan, menjelaskan bahwa insinerator tersebut mampu membakar sampah pada suhu tinggi, yakni antara 800 hingga 1.000 derajat celcius.
Dengan temperatur tersebut, proses pembakaran berlangsung lebih sempurna sehingga menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka.
“Insinerator berbasis injeksi uap air ini memiliki kapasitas 13 hingga 15 kilogram sampah per jam. Bahan bakarnya cukup hemat karena menggunakan oli bekas dan air biasa tanpa memerlukan daya listrik. Teknologi injeksi uap air mampu memecah ikatan molekul karbon sehingga asap hasil pembakaran menjadi sangat tipis dan transparan, sehingga lebih aman bagi lingkungan permukiman warga,” ujarnya.
Selain mampu mengurangi volume sampah hingga sekitar 90 persen, teknologi tersebut juga mengusung konsep Zero Waste. Abu hasil pembakaran sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk penyeimbang pH tanah, sedangkan abu dari sampah anorganik dapat diolah kembali menjadi bahan baku pembuatan batako maupun paving block.
Bagi tim KKN UMTAS, pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan limbah hasil pembakaran.
Keberhasilan program ini juga mengedepankan semangat gotong royong. Pengoperasian insinerator nantinya melibatkan Karang Taruna sebagai operator utama dengan dukungan bengkel lokal untuk perawatan alat, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan dan pengumpulan sampah.
Baca Juga:Kalau Memang Ada, Gubernur Jabar KDM Minta BPN Pangandaran Membatalkan Sertifikat Harim Laut Pantai MadasariDigitalisasi Parkir Kota Tasikmalaya Baru Sebatas Mimpi, Vendor: Jangan Dipaksa Seragam
Melalui sinergi tersebut, Kelurahan Cilamajang diharapkan mampu menjadi percontohan Modern Village yang mandiri dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna, sekaligus membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. (Ujang Nandar)
