Dari usahanya yang berkembang itu, cicilan pun relatif lancar sehingga tidak mendapati kendala berarti. “Saya kan berpenghasilan, jadinya lancar-lancar saja,” katanya.
Perwakilan Asosiasi Kepala Desa, Yanto Susanto mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan tong sampah tersebut. Dia juga mengapresiasi kehadiran MBK di wilayahnya karena menurutnya sudah membantu keberlangsungan usaha masyarakat.
Di samping bantuan dan sosialisasi program, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi bagi masyarakat. Di antaranya masalah literasi keuangan yang disampaikan oleh pejabat OJK.
Baca Juga:Kerja Sama Urusan Retribusi Parkir Tak Masuk Logika, Potensinya Malah Rugi48 Warga Pangandaran Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Mencapai Rp 868.855.000
Pada kesempatan tersebut, Asisten Direktur OJk Tasikmalaya Suharna menyampaikan beberapa perbandingan jasa pembiayaan yang resmi dan ilegal. Tidak kalah penting, dirinya juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemahaman mengelola uang.
Dijelaskan bahwa banyak yang bermasalah dengan utang piutang karena lemahnya literasi keuangan sehingga keliru mengelola pengeluaran. Dipaparkannya rumus pembagian ideal atas pendapatan yang dimiliki, yakni 40% untuk biaya hidup, 30% untuk kewajiban seperti cicilan atau pembiayaan lain, 20% untuk tabungan atau dana darurat dan 10% untuk kebaikan dari mulai zakat, sedekah dan lainnya.
Selain itu, ada juga edukasi perzakatan yang disampaikan Kepala divisi pengumpulan baznas Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Dian Rizki Muzakki. Dijelaskan bahwa kewajiban bukan sekadar zakat fitrah saja, namun juga ada zakat mal di samping infak dan sedekah.(Rangga Jatnika)
