TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Taravty Project kembali menggelar Tasik Wedding Festival (TWF), pameran yang mempertemukan calon pengantin dengan berbagai penyedia jasa dan produk pernikahan dalam satu lokasi.
Tasik Wedding Festival 2026 digelar di Atrium Plaza Asia Tasikmalaya pada 7–9 Agustus.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-11, TWF hadir dengan tajuk Tasik Wedding Festival 10.1 sebagai penanda dimulainya semangat baru setelah festival tersebut genap berusia satu dekade.
Baca Juga:Laba Bersih TOWR Tembus Rp1,9 Triliun di Semester I 2026, Bisnis Non-Tower Jadi Penopang UtamaResmi! Pajak Toko Online Batal Berlaku Agustus 2026, Pemerintah Pilih Tunda Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
Owner Taravty Project, Olivia Darmawan, mengatakan angka 10.1 dipilih karena penyelenggara sempat berencana menghentikan TWF setelah penyelenggaraan ke-10.
Namun, besarnya harapan para pelaku industri wedding membuat Taravty memutuskan untuk melanjutkan festival tersebut.
Menurut Olivia, keberlangsungan TWF bukan lagi sekadar tentang Taravty Project sebagai penyelenggara.
Selama sepuluh tahun terakhir, festival itu telah melahirkan ekosistem yang mempertemukan vendor, calon pengantin, hingga pelaku UMKM pendukung industri pernikahan.
“Yang membuat kami bertahan bukan Taravty-nya, tetapi ekosistem wedding yang sudah terbangun. Kami ingin terus melanjutkan Tasik Wedding Festival sampai menemukan estafet yang tepat untuk meneruskan perjuangan industri wedding di Kota Tasikmalaya,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap penyelenggaraan TWF.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah akan memperkuat posisi festival sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif di daerah.
Baca Juga:33,5 Persen Lulusan Kuliah Salah Jalur Kerja, Menaker Ungkap Akar MasalahnyaLaba Bersih BBNI Semester I 2026 Naik 7 Persen Jadi Rp 10,8 Triliun, Sesuai Ekspektasi Pasar
Olivia juga mengaku optimistis terhadap keberlanjutan TWF di bawah kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.
Hubungan yang telah terjalin sejak lama, menurutnya, menjadi modal untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Pada penyelenggaraan kali ini, TWF menghadirkan 21 booth yang diisi oleh 24 vendor. Berbagai layanan yang ditawarkan mencakup wedding organizer, dekorasi, tata rias, busana pengantin, fotografi dan videografi, catering, hiburan, percetakan undangan, hingga produk UMKM pendukung kebutuhan pernikahan.
TWF 10.1 menargetkan nilai transaksi sebesar Rp 10 miliar. Target tersebut lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang berhasil membukukan transaksi sekitar Rp 15 miliar.
Penurunan target itu disesuaikan dengan skala pameran yang lebih kecil, baik dari sisi jumlah vendor maupun luas area penyelenggaraan.
