Laba Bersih TOWR Tembus Rp1,9 Triliun di Semester I 2026, Bisnis Non-Tower Jadi Penopang Utama

Laba Bersih TOWR
Ilustrasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

JAKARTA, RADARTASIK.ID – Kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama 2026. Perusahaan menara telekomunikasi tersebut berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih dua digit, didukung peningkatan pendapatan dan penurunan biaya keuangan di tengah perubahan struktur bisnis yang semakin luas.

Dilansir Stockbit, berdasarkan laporan kinerja semester pertama 2026, TOWR mencatat laba bersih sekitar Rp 1,9 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan dinilai masih berada dalam jalur ekspektasi pasar.

Pada kuartal II 2026 saja, laba bersih TOWR mencapai Rp 916 miliar atau tumbuh 8 persen secara tahunan (year on year/YoY), meski turun tipis 3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Realisasi laba bersih semester pertama tersebut setara dengan sekitar 48 persen dari estimasi laba bersih tahun penuh 2026 berdasarkan konsensus analis.

Baca Juga:Resmi! Pajak Toko Online Batal Berlaku Agustus 2026, Pemerintah Pilih Tunda Demi Jaga Daya Beli Masyarakat33,5 Persen Lulusan Kuliah Salah Jalur Kerja, Menaker Ungkap Akar Masalahnya

Pertumbuhan laba TOWR sepanjang semester pertama 2026 terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 13 persen YoY serta penurunan biaya keuangan sebesar 18 persen YoY.

Dari sisi bisnis, segmen non-tower menjadi sumber pertumbuhan terbesar perusahaan. Pendapatan dari segmen ini meningkat hingga 44 persen YoY, terutama berasal dari peningkatan bisnis connectivity yang tumbuh 41 persen YoY.

Selain itu, TOWR mulai mendapatkan tambahan kontribusi dari bisnis penjualan set generator serta jasa konstruksi dan pemeliharaan. Segmen baru tersebut menyumbang pendapatan sekitar Rp 390 miliar pada semester I 2026, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya belum memberikan kontribusi.

Di sisi lain, bisnis menara atau tower masih mengalami tekanan dengan pendapatan yang turun sekitar 3 persen YoY. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran sumber pertumbuhan perusahaan menuju layanan infrastruktur digital yang lebih beragam.

Perubahan komposisi pendapatan TOWR tidak terlepas dari konsolidasi Bach Multi Global ($BACH) ke dalam laporan keuangan perusahaan.

Konsolidasi tersebut mulai dilakukan sejak 8 Januari 2026 setelah anak usaha TOWR, PT Global Telekomunikasi Prima, ditetapkan sebagai pengendali BACH. Meskipun kepemilikan efektif TOWR terhadap BACH baru mencapai 30 persen hingga akhir kuartal II 2026, perusahaan tetap mencatatkan kontribusi bisnis BACH dalam laporan keuangan konsolidasi.

0 Komentar