Laba Bersih TOWR Tembus Rp1,9 Triliun di Semester I 2026, Bisnis Non-Tower Jadi Penopang Utama

Laba Bersih TOWR
Ilustrasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Masuknya BACH memberikan tambahan kontribusi melalui bisnis penjualan perangkat pendukung serta layanan konstruksi dan pemeliharaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi TOWR dalam memperluas portofolio bisnis di luar penyewaan menara telekomunikasi.

Dari sisi profitabilitas operasional, laba usaha TOWR pada semester I 2026 meningkat menjadi sekitar Rp 4 triliun atau naik 4 persen YoY.

Namun, margin laba usaha mengalami penurunan menjadi 55 persen dibandingkan 59,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan margin tersebut dipengaruhi oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang meningkat 28 persen YoY.

Baca Juga:Resmi! Pajak Toko Online Batal Berlaku Agustus 2026, Pemerintah Pilih Tunda Demi Jaga Daya Beli Masyarakat33,5 Persen Lulusan Kuliah Salah Jalur Kerja, Menaker Ungkap Akar Masalahnya

Kenaikan beban terutama berasal dari biaya penjualan set generator serta jasa konstruksi dan pemeliharaan yang mencapai sekitar Rp 374 miliar. Biaya tersebut sebelumnya belum muncul pada laporan keuangan semester I 2025 karena bisnis tersebut belum dikonsolidasikan.

Selain beban pokok, biaya operasional perusahaan juga meningkat 15 persen YoY. Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan biaya gaji karyawan yang naik 60 persen serta biaya jamuan dan representasi yang meningkat 49 persen. Sebagian kenaikan biaya tersebut turut dipengaruhi oleh proses konsolidasi BACH.

Kinerja TOWR pada semester pertama 2026 menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki ruang pertumbuhan melalui diversifikasi bisnis. Ketergantungan terhadap bisnis menara mulai berkurang dengan meningkatnya kontribusi segmen connectivity serta layanan pendukung infrastruktur telekomunikasi.

Meski margin mengalami tekanan akibat ekspansi bisnis baru, pertumbuhan laba bersih tetap menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja di tengah perubahan struktur pendapatan.

Investment Analyst Stockbit, Christian William Munaba, menilai realisasi kinerja TOWR pada semester I 2026 masih berada dalam jalur yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya keuangan, serta kontribusi bisnis non-tower menjadi faktor utama yang menopang kinerja perusahaan.

Ke depan, investor akan mencermati kemampuan TOWR dalam mengoptimalkan bisnis baru hasil konsolidasi BACH sekaligus menjaga profitabilitas agar ekspansi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan. (snd/stb)

0 Komentar