TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Vespa yang bagus itu mudah ditemukan. Vespa yang mengilap juga banyak. Tapi Vespa yang membuat orang berhenti melangkah, menoleh dua kali, lalu mendekat untuk memperhatikan detailnya satu per satu—itulah yang sulit dicari.
Karena itulah kategori The Best Vespa Classic Good Looking menjadi salah satu kelas yang paling menarik perhatian dalam rangkaian Anniversary ke-28 Scooter Tasikmalaya Club (STC).
Di kategori ini, para juri tidak hanya menilai tampang luar. Mereka memeriksa lebih dalam. Originalitas. Keaslian mesin. Keaslian bodi. Kelistrikan. Cat dan decal. Kaki-kaki. Hingga aksesoris. Semua dihitung. Semua diberi bobot nilai.
Baca Juga:Unsil Dorong Teknologi Pengolahan Sampah Rumah Tangga untuk Kurangi Beban ke TPA CiangirPoltekkes Kemenkes Tasikmalaya Edukasi Kesehatan Reproduksi Cegah Kejahatan Seksual di Sekolah
Hasil akhirnya melahirkan satu nama yang berdiri paling tinggi. Zona Vespa. Total nilainya mencapai 660 poin. Sebuah angka yang menunjukkan bahwa Vespa tersebut tidak hanya enak dipandang, tetapi juga memiliki kualitas yang merata hampir di seluruh aspek penilaian.
Di dunia Vespa klasik, tampil menarik bukan sekadar soal warna yang mencolok atau aksesoris yang berlimpah. Justru sebaliknya. Semakin matang sebuah restorasi, semakin sulit terlihat letih. Semakin banyak detail yang dikerjakan, semakin tampak sederhana hasil akhirnya.
Itulah yang tampaknya berhasil dicapai oleh Zona Vespa. Persaingan sebenarnya tidak ringan. Peserta MSH/Z 6910 TH membukukan nilai 560 poin. Disusul Widan Nugraha dengan 540 poin. Kemudian MSH/H 6947 ACU mengumpulkan 535 poin. Peserta lainnya memperoleh nilai antara 365 hingga 505 poin, menunjukkan kualitas kontestan yang relatif merata. Namun angka tetaplah angka. Dan angka 660 berada di puncak.
Anggota Tim Penilai Kontes, Depille, mengatakan bahwa kualitas peserta tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Menurutnya, para scooterist kini semakin serius memperhatikan detail restorasi dan estetika kendaraan. Penilaian tidak lagi hanya bertumpu pada cat yang mengilap atau bodi yang mulus, tetapi juga mencakup keaslian komponen, fungsi kelistrikan, kualitas pengerjaan, kondisi kaki-kaki, hingga kesesuaian aksesoris yang digunakan.
Pernyataan itu menarik. Karena sesungguhnya kontes Vespa bukan sekadar perlombaan kendaraan tua. Ia adalah perlombaan kesabaran.
Mencari komponen yang tepat. Menyesuaikan detail yang sering luput dari perhatian. Menghabiskan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, demi mendapatkan hasil yang mendekati sempurna. Malam itu, Zona Vespa menjadi pemenangnya.
