Warganya Diduga Ditahan di Arab Saudi Selama 17 Tahun karena Jadi TKW, Pemkab Tasikmalaya Beri Respon Begini

TKW Tasikmalaya di saudi
Tangkapan layar video Tiktok Heni Nuraeni di Tiktok.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan tanggapan terkait viralnya video seorang TKW asal Tanjungjaya di Arab Saudi bernama Heni yang mengaku tak bisa pulang karena gajinya tak dibayar selama 14 tahun serta paspor dan kartu identitasnya tidak diperpanjang oleh majikannya.

Camat Tanjungjaya, Rahmat, mengatakan pemerintah kecamatan juga sudah mengetahuinya dari media sosial. Namun menurutnya, dari penelusuran yang dilakukan, tak ditemukan data penduduk dengan identitas tersebut.

“Iya kami juga tahu dari media sosial, ada informasi yang menyebut TKW asal Tanjungjaya. Namun setelah kami coba telusuri informasi di kampung dan desa mana, asal TKW dan keluarganya tersebut belum diketahui dari desa mana,” ungkap Rahmat.

Baca Juga:Unsil Bekali Pemandu Body Rafting Pangandaran dengan Pelayanan Prima dan DigitalisasiTKW asal Tanjungjaya Diduga Ditahan Majikan di Arab Saudi, Minta Tolong ke KDM untuk Pulang

Menurut dia, sempat beredar informasi yang menyebutkan bahwa Heni berasal Desa Cilolohan. Namun pemerintah kecamatan belum bisa memastikan karena setelah dicek di desa, data kependudukannya tidak ditemukan.

“Tapi kami pemerintah Kecamatan Tanjungjaya besok dengan Polsek Tanjungjaya akan mencoba kembali menelusuri asal TKW tersebut di Kecamatan Tanjungjaya,” tambah Rahmat.

Terpisah, Kasi Tenaga Kerja DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Aa Risnawan mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari pihak keluarga terkait adanya TKW asal Tanjungjaya yang bekerja di Arab Saudi yang tidak bisa pulang.

“Biasanya harus ada laporan dan kesaksian dari keluarganya ke dinas. Jika ada laporan dari keluarga nanti dinas akan bersurat ke Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), atas dasar laporan dari keluarganya,” terang Aa.

Dia menjelaskan pemerintah sifatnya menindaklanjuti laporan dari keluarga. Kemudian berkirim surat permohonan ke KP2MI dan pemerintah pusat.

“Namun karena tidak ada aduan dari keluarga ke dinas, kami tetap akan berkoordinasi menanyakan ke KP2MI apakah sudah mendapatkan informasi TKW asal Tanjungjaya tersebut yang ditahan majikannya di Jeddah, Arab Saudi,” jelasnya.

Menurut dia, TKW yang tidak bisa dilacak keberadannya biasanya berangkat melalui jalur ilegal. Karena jika berangkat melalui jalur prosedural, datanya akan tercatat di KP2MI dan pemerintah pusat. Sehingga jika ada kendala dan pemulangan bisa mudah dilacak keberadaannya.

0 Komentar