Donyell Malen: Anak Petani yang Punya Julukan seperti Ronaldo di AS Roma

Donyell Malen
Donyell Malen Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Donyell Malen menjelma menjadi salah satu pemain paling fenomenal di Serie A musim ini.

Penyerang tim nasional Belanda yang bergabung dengan AS Roma pada bursa transfer Januari langsung memberikan dampak luar biasa dan menjadi sosok penting di balik keberhasilan Giallorossi mengamankan tiket ke Liga Champions.

Didatangkan pada pertengahan musim, Malen berhasil mencetak 14 gol hanya dalam 18 pertandingan liga.

Baca Juga:Dugarry Tuding Gaya Main Arsenal Seperti Sekumpulan Badut: Arteta Mengkhianati Identitas KlubDumfries Selangkah Lagi Gabung Real Madrid, Inter Bidik Marco Palestra

Catatan tersebut membuatnya disebut sebagai salah satu rekrutan Januari paling sukses dalam sejarah Serie A dari segi dampak instan terhadap performa tim.

Dalam wawancara pertamanya di Italia bersama media Cronache di Spogliatoio, Malen menceritakan berbagai kisah menarik tentang perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil di pedesaan Belanda, julukan unik yang diberikan rekan-rekannya di Roma, hingga pengalaman berharga bekerja bersama legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry.

Dijuluki D9 seperti Ronaldo

Performa tajam Malen bersama Roma membuatnya mendapat julukan istimewa dari rekan-rekan setimnya.

Pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan bahwa beberapa pemain Roma memanggilnya “D9”, sebuah julukan yang terinspirasi dari “R9”, nama yang sangat identik dengan legenda Brasil, Ronaldo Nazário.

Menurut Malen, julukan tersebut muncul sebagai bentuk apresiasi atas ketajamannya di depan gawang sejak tiba di ibu kota Italia.

“Beberapa rekan setim memanggil saya D9, seperti R9 untuk Ronaldo,” ujar Malen.

Ia bahkan merasa memiliki peluang besar untuk meraih gelar top skor Serie A jika bergabung sejak awal musim.

Baca Juga:Ibrahimovic Cuti Panjang, Bergomi Ingatkan Pesan Paolo MaldiniDavide Torchia: Juventus Bisa Jual Semua Pemain Kecuali Yildiz

“Kalau saya datang sejak awal musim, mungkin saya bisa bersaing untuk menjadi pencetak gol terbanyak. Tetapi dalam sepak bola kita tidak pernah tahu. Saya datang pada Januari dan hanya ingin memberikan segalanya untuk Roma.”

Malen menegaskan bahwa fokus utamanya bukan mengejar penghargaan individu, melainkan membantu tim mencapai target besar.

“Saya bekerja keras untuk membantu tim mencapai Liga Champions. Dalam sepak bola semuanya soal momentum. Anda harus siap ketika kesempatan itu datang,” katanya.

Di balik kesuksesannya saat ini, Malen ternyata pernah mengalami masa-masa sulit yang membuatnya hampir kehilangan kepercayaan diri.

0 Komentar