Fossma Siapkan Badan Hukum dan Program Umat, Jangan Sampai Masjid Hanya Ramai saat Ada Acara

program kerja Fossma Kota Tasikmalaya
Silaturahmi dan diskusi pengurus Fossma bersama KH Miftah Fauzi di kawasan Tajur, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (2/6/2026) sore. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Forum Silaturahmi Masjid Agung (Fossma) Kota Tasikmalaya mulai mematangkan arah gerak organisasi dengan fokus pada legalitas kelembagaan dan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi dan diskusi pengurus Fossma bersama KH Miftah Fauzi di kawasan Tajur, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (2/6/2026) sore.

Ketua Fossma Dadang AP menegaskan forum tersebut harus tetap eksis dan memberikan manfaat nyata bagi jamaah muslim maupun masyarakat luas.

Baca Juga:Tabungan Kurban ASN Dongkrak Peternak Lokal, berehan Jadi Jembatan Ekonomi Priangan Timur BerkelanjutanIPAL TPA Ciangir Belum Beres, Air Limbah Masih Hitam dan DPRD Kota Tasikmalaya Beri Ultimatum

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan sosial, Fossma berkomitmen menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar.

“Fossma harus tetap eksis menatap ke depan dan memberi manfaat bagi jamaah muslim serta masyarakat luas. Komitmen kami tetap pada kemaslahatan umat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Salah satu agenda yang tengah dikebut adalah penyelesaian legalitas organisasi.

Pengurusan badan hukum dan akta notaris saat ini sedang berproses dengan target selesai dalam dua pekan ke depan sebelum didaftarkan ke Kesbangpol Kota Tasikmalaya.

Selain aspek administrasi, Fossma juga merumuskan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi kemasyarakatan Islam, dan berbagai elemen lainnya.

Pada sektor peningkatan sumber daya manusia, Fossma berencana menggelar pelatihan pengurusan jenazah, pelatihan dai dan khatib, penyembelihan halal, literasi digital, penguatan LPTQ bagi pelajar, program Ustadz Masuk Sekolah, tahsin Al-Qur’an, hingga manasik haji dan umrah.

Di bidang sosial kemasyarakatan, forum tersebut menyoroti persoalan miras, geng motor, dan kenakalan remaja yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.

Fossma juga menyiapkan program pemberdayaan remaja dan pelajar agar lebih aktif dalam kegiatan masjid.

Baca Juga:Nilai IKPA 100 Polres Tasikmalaya Kota Bukti Anggaran Tak Sekadar Terserap, Tapi Juga AkuntabelDPRD Kota Tasikmalaya Diminta Cegah Generasi Muda Terjerumus Geng Motor

“Masjid jangan hanya menjadi tempat ramai ketika ada acara besar. Masjid harus menjadi pusat pembinaan generasi, pusat solusi sosial, sekaligus pusat peradaban umat,” beber Dadang.

Fossma juga menyiapkan program penguatan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal dan Warung Fossma.

Selain itu, forum tersebut mendorong optimalisasi peran Masjid Agung Tasikmalaya dan masjid lainnya sebagai pusat aktivitas keumatan.

0 Komentar