Menariknya, Taman Kota Tasikmalaya juga masuk dalam rencana pengembangan aktivitas Fossma.
Kawasan itu diharapkan dapat menjadi ruang kreativitas syiar Islam sekaligus pusat pengembangan ekonomi umat berbasis komunitas.
Dalam bidang advokasi, Fossma berencana menyediakan bantuan hukum bagi jamaah yang membutuhkan.
Baca Juga:Tabungan Kurban ASN Dongkrak Peternak Lokal, berehan Jadi Jembatan Ekonomi Priangan Timur BerkelanjutanIPAL TPA Ciangir Belum Beres, Air Limbah Masih Hitam dan DPRD Kota Tasikmalaya Beri Ultimatum
Sedangkan untuk syiar Islam, organisasi tersebut akan aktif menggelar kegiatan skala besar seperti tabligh akbar, bazar, lomba keagamaan, hingga pawai akbar, terutama saat peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas pengurus dan DKM, Fossma juga merancang program studi banding ke sejumlah masjid percontohan nasional, seperti Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Al-Falah Surabaya.
Dadang menambahkan, seluruh program akan dijalankan dengan filosofi gerakan 3K, yakni Komitmen, Konsisten, dan Konsekuen.
Di samping itu, organisasi akan mengedepankan musyawarah, koordinasi, kolaborasi, dan sinergitas dengan berbagai pihak.
“Program jangka pendek, menengah, dan panjang akan terus dimatangkan. Yang terpenting, organisasi harus transparan, kritis, dan terdepan dalam melayani umat,” tegasnya. (rezza rizaldi)
