GARUT, RADARTASIK.ID – Musim kemarau berkepanjangan berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Sejumlah pun sudah mendapat bantuan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepulloh, mengatakan sebanyak 50.000 liter air bersih telah disalurkan untuk mengantisipasi krisis air dan membantu warga terdampak kemarau di tiga kecamatan.
Aah Anwar Saepulloh menyampaikan bahwa penanganan difokuskan pada area yang mengalami krisis paling signifikan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
“Selama periode Mei sampai Juli, fokus utama kami ada di tiga kecamatan,” ucapnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia mengatakan, total 1.797 jiwa atau sebanyak 605 Kepala Keluarga (KK) di berbagai desa dan kampung sudah menerima manfaat pasokan air bersih.
Aah menjelaskan, sebanyak 10 unit armada tangki air dikerahkan secara berkelanjutan untuk menjangkau titik-titik pemukiman warga.
Guna menjaga kualitas dan kelayakan konsumsi, seluruh pasokan air bersumber langsung dari PDAM Tirta Intan.
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kabupaten Garut, rincian distribusi air bersih di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Sucinaraja menerima volume air terbesar, yaitu 25.000 liter yang disalurkan dalam satu hari untuk membantu 410 jiwa.
Kemudian Kecamatan Cibatu yang menjadi wilayah dengan frekuensi pengiriman tersering, mencakup empat sesi distribusi di lokasi berbeda. “Total pasokan mencapai 15.000 liter untuk 1.300 jiwa,” katanya.
Terakhir, Kecamatan Tarogong Kaler yang menerima pasokan sebanyak 10.000 liter air bersih yang dimanfaatkan oleh 87 jiwa.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
“Kecamatan Cibatu memang jadi titik penanganan tersering karena lokasinya yang tersebar di beberapa lokasi berbeda. Sementara untuk Sucinaraja, kita suplai volume paling besar sekaligus dalam satu hari sesuai tingkat urgensi di lapangan,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Garut terus memantau perkembangan kondisi wilayah dan siap melakukan pengerahan armada susulan jika krisis air bersih masih meluas di pemukiman warga. (Agi Sugiana)
