BANJAR, RADARTASIK.ID – Sejumlah massa gabungan dari Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) bersama para petani di Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran kembali mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Rabu 5 Agustus 2026.
Mereka menuntut agar dilakukan normalisasi Sungai Ciseel dan memfungsikan kembali apoor lama. Massa menilai saat ini sering banjir.
Perwakilan petani Tarno mengatakan, kedatangan para petani dari Maruyungsari menuntut agar pengaktifan kembali apoor lama. Sebab saat ini sawahnya kebanjiran sehingga tidak bisa menanam padi.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
“Kami menuntut kejelasan kapan akan dilakukan, karena warga sudah jenuh dengan sering pertemuan namun tidak ada realisasi,” ucapnya.
Para petani meminta BBWS Citanduy segera melakukan normalisasi Sungai Ciseel supaya banjir yang melanda sawah kembali surut. Empat tahun lamanya, sawah mereka banjir karena dampak limpahan air Sungai Ciseel.
Masyarakat Maruyungsari sudah jenuh, dengan janji yang disampaikan perwakilan BBWS saat turun ke lapangan.
“Masyarakat menuntut, agar kepala BBWS Citanduy langsung turun ke lapangan mengecek lagi dan segera mengambil tindakan,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Aksioma H Akhmad Dimyati mengatakan pihaknya bersama masyarakat dan petani Maruyungsari menuntut agar BBWS Citanduy mengaktifkan kembali apoor lama.
“Pihak BBWS Citanduy harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai kami bersama masyarakat Maruyungsari melakukan aksi kembali,” ujarnya.
Perwakilan masyarakat Maruyungsari dan pihaknya akan bertemu dengan kepala BBWS Citanduy, membahas penyelesaian permasalahan tersebut supaya tidak berlarut-larut.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha BBWS Citanduy, Dwi Purnomo mengatakan bisa melakukan pengaktifan apoor alam jika sudah memenuhi kriteria.
“Sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali pertemuan dan kesepakatan terkait pengaktifan apoor lama. Hanya saja, secara pemerintah kita melakukan dua hal yakni teknis dan administrasi,” jelasnya didampingi Humas BBWS Citanduy Rahmat Syah.
Menurutnya, dua hal (teknis dan administrasi) tersebut yang saat ini perlu diperhatikan. Jika semuanya selesai maka akan dikerjakan.
“Akan diagendakan ulang, dengan melakukan pertemuan dengan beliau (kepala BBWS Citanduy) untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
