Budaya CFD ASN Kota Tasikmalaya Diuji: Viman Gowes Hadiri Kegiatan, Siang Mobil Plat Merah Parkir di Bale Kota

budaya CFD ASN Kota Tasikmalaya
Kolase Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan naik sepeda menghadiri kegiatan pagi dan kendaraan dinas parkir siang hari di Bale Kota, Rabu (22/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Gagasan “Rabu Biru” yang didorong Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tak sekadar ajakan sesaat tiap hari Rabu.

Viman contohkan dengan menggunakan sepeda menghadiri kegiatan di GCC. Kemudian Viman kembali menggowes sepedanya menuju Situ Gede.

Program ini diarahkan menjadi pintu masuk membudayakan car free day (CFD) di kalangan aparatur sipil negara (ASN), bukan hanya seremoni pagi, melainkan kebiasaan yang menempel pada ritme kerja birokrasi.

Baca Juga:Gugatan Balik PPP Jawa Barat! Sinyal Tegas Jaga Kendali Partai, DPC Jangan Ikut LarutKuasa Hukum Minta Kasus Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya Bebas Tekanan Medsos

“Rabu Biru, biru langit, eco-friendly. Kita minimalisir penggunaan kendaraan berbasis bahan bakar fosil. Saya hari ini naik sepeda,” ujar Viman, Rabu (22/4/2026).

Viman yang juga kembali mengayuh sepeda lamanya setelah vakum sejak pandemi Covid-19, tengah membangun budaya kota yang tidak bisa instan melalui CFD ASN tiap hari Rabu.

Ia menekankan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki fondasi kuat sebagai kota yang bertumpu pada sumber daya air dan lingkungan.

Karena itu, pola mobilitas ASN harus ikut berubah—lebih ramah lingkungan, lebih hemat energi, dan memberi contoh ke masyarakat.

Dalam kerangka itu, CFD ASN didorong bukan sekadar aktivitas simbolik tiap Rabu pagi, melainkan proses pembiasaan.

ASN diajak menggeser ketergantungan pada kendaraan bermotor menuju alternatif seperti sepeda, jalan kaki, kendaraan listrik atau lari.

Bahkan, ke depan pola ini diharapkan merembet pada pengaturan jam kerja, titik kumpul, hingga fasilitas penunjang seperti parkir sepeda dan jalur aman.

Baca Juga:Ini Peran 4 Tersangka Penganiayaan Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya, Laporan Dugaan Asusila Terus DiprosesPolisi Tetapkan 4 Tersangka Penganiayaan Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya

Pantauan di Bale Kota dan sejumlah kantor OPD pada pagi hari menunjukkan geliat awal itu.

ASN berdatangan dengan sepeda, sebagian jogging, lainnya berjalan kaki. Aktivitas birokrasi terasa lebih “ringan”, tidak hanya secara fisik tapi juga simbolik—seolah ada upaya mengendurkan dominasi knalpot dalam rutinitas pemerintahan.

Namun, ujian uji coba budaya selalu datang setelah euforia. Menjelang siang, halaman Bale Kota kembali dipenuhi kendaraan dinas berpelat merah, terutama di area parkir pinggir Masjid Syahidan.

Pemandangan berubah cepat—dari gowes ke gas, dari langkah kaki ke putaran mesin. Di titik inilah, gagasan membudayakan CFD ASN menghadapi realitas.

0 Komentar