Apakah ini fase transisi menuju kebiasaan baru, atau sekadar rutinitas seremonial yang berhenti di jam kerja pertama? Sebab budaya tidak lahir dari instruksi, melainkan konsistensi.
Rabu Biru kini bukan hanya soal warna langit, tapi juga soal warna komitmen. Jika bertahan, ia bisa menjadi fondasi perubahan mobilitas ASN di Kota Tasikmalaya. Jika tidak, ia berisiko tinggal sebagai agenda mingguan—ramai di pagi hari, menguap di siang hari. (rezza rizaldi)
