TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ratusan driver ojek online (ojol) motor dan mobil yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur mendatangi Kantor Maxim di Jalan Peta hingga Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut membawa empat tuntutan, yakni menghentikan pendaftaran mitra baru, menghapus program Turbo Prioritas, menghapus layanan Car Hemat, serta menggratiskan branding kendaraan.
Persoalan Turbo Prioritas menjadi salah satu tuntutan utama dalam audiensi di Aula Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya. Program tersebut mewajibkan mitra atau driver membayar Rp15.000 untuk mendapatkan prioritas order selama tiga jam.
Baca Juga:Kasus "Pengepul" Calon Maba Unsoed Harus Jadi Pintu Masuk Bongkar Celah Korupsi Pendidikan di TasikmalayaDibidik Dunia Kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Perkuat Mutu Pendidikan
Penasehat POB, Adi Saptianugraha, mengatakan program-program yang dinilai merugikan mitra harus dihapus.
“Dengan adanya pergerakan ini, kami dari Paguyuban Online Bersatu menuntut kepada pihak aplikator, pertama Maxim, untuk menghapus semua program-program yang merugikan mitra,” kata Adi dalam audiensi.
Menurut Adi, mitra seharusnya dipandang sebagai aset aplikator, bukan sekadar sumber pemasukan yang dibebani program tambahan.
Sementara itu, Public Policy & Government Relations Specialist Maxim Indonesia, Muhammad Rafi Assegaf, menjelaskan Turbo Prioritas merupakan program opsional yang baru diluncurkan sekitar dua pekan dan berlaku secara nasional.
“Ini memang seperti subscription. Dibayar Rp15.000 untuk mendapatkan orderan dalam jangka waktu tiga jam untuk prioritas,” ujarnya.
Rafi menegaskan driver tidak diwajibkan mengikuti program tersebut. Ia juga membantah adanya perlakuan berbeda terhadap akun driver yang tidak mengambil Turbo Prioritas.
“Tidak ada kita ketika tidak mengambil Turbo, kita mengotak-atik orderan. Itu saya jamin,” katanya.
Baca Juga:35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir MahpudPeriksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta Begini
Namun, penjelasan tersebut belum menjawab keberatan driver. Bagi POB, persoalannya bukan hanya status program yang disebut opsional, tetapi dampaknya terhadap peluang mendapatkan order.
Dalam bahan analisis yang dibawa massa, Turbo Prioritas juga dipersoalkan karena biaya Rp15.000 selama tiga jam dinilai berpotensi mengurangi pendapatan driver ketika order sedang sepi. POB menilai skema tersebut berpotensi mengubah pola bagi hasil menjadi beban biaya tambahan bagi mitra.
Di sisi lain, Rafi memastikan Maxim tetap mengikuti ketentuan komisi maksimal 8 persen.
