RADARTASIK.ID – Franco Mastantuono langsung mencuri perhatian pada debut Paolo Vanoli sebagai pelatih Fiorentina.
Pemain muda Argentina itu mencetak hat-trick untuk membawa La Viola menang 4-2 atas Venezia di Stadion Penzo, sekaligus mengukir rekor sebagai pemain termuda Fiorentina yang pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Serie A.
Kemenangan atas Venezia menjadi tiga poin pertama Fiorentina musim ini sekaligus awal sempurna bagi Vanoli.
Baca Juga:Lazio Vs AC Milan, Amorim Minta Pemain Milan Belajar dari GattusoDeco Murka Raphinha dan Pedri Dicoret dari Ballon d'Or: "Ini Skandal Global!”
Setelah hanya menjalani tiga pertandingan, La Viola melakukan pergantian pelatih dengan Vanoli menggantikan Fabio Grosso.
Namun, malam di Venezia sepenuhnya menjadi panggung Mastantuono.
Fiorentina sempat berada dalam situasi sulit setelah Akor Adams membawa Venezia unggul pada menit ke-23.
Gol tersebut kembali memperlihatkan persoalan yang sempat menghantui Fiorentina pada awal musim.
Respons La Viola ternyata sangat cepat.
Mastantuono menyamakan kedudukan pada menit ke-29 sebelum kembali mencetak gol hanya dua menit kemudian.
Dua gol tersebut tidak hanya membalikkan keadaan, tetapi juga menunjukkan ciri khas permainan pemain Argentina tersebut.
Beroperasi dari sisi kanan, Mastantuono kerap bergerak ke dalam sebelum melepaskan tembakan menggunakan kaki kirinya.
Pola tersebut kembali menghasilkan ancaman besar bagi pertahanan Venezia.
Fiorentina kemudian memperlebar keunggulan melalui gol Pellegrini pada menit ke-68. Venezia sempat memperkecil ketertinggalan lewat Hainaut dua menit setelah gol ketiga Mastantuono, tetapi tidak mampu mengejar ketertinggalan.
Mastantuono memastikan malamnya menjadi sempurna pada menit ke-84.
Baca Juga:Legenda Inter Bongkar Rahasia Kesuksesan Como di Liga Champions: Ada Peran Besar Pencari Bakat di Balik Layar Harga Pemain Como Melonjak Tajam Usai Petik Kemenangan Bersejarah di Liga Champions
Gol ketiganya sekaligus melengkapi hat-trick dalam laga debut Vanoli dan membuat pemain kelahiran 2007 itu mencatatkan sejarah baru bersama Fiorentina.
Hat-trick tersebut menjadikan Mastantuono sebagai pemain termuda kedua Fiorentina yang pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Serie A.
Prestasi itu semakin menarik karena pergantian pelatih di Fiorentina ternyata tidak mengubah posisi sang pemain dalam tim.
Sebelumnya, Mastantuono sudah diproyeksikan sebagai pemain utama dan kedatangan Vanoli tidak mengubah status tersebut.
Pemain sayap Argentina itu tetap menjadi salah satu bagian penting dari rencana Fiorentina.
Posisi favoritnya berada di sayap kanan. Dari area tersebut, ia bisa memanfaatkan kaki kirinya untuk bergerak ke tengah dan menciptakan peluang maupun melepaskan tembakan.
