Rencana Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak Utuh, Pemetaan PKL Semestinya Dipastikan Sejak Awal

Penataan pkl dadaha, kota tasikmalaya
Sejumlah pengunjung berolahraga di trek jogging Dadaha yang berdampingan dengan deretan lapak jualan PKL, Rabu (9/9/2026)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID— Penataan Dadaha yang dilakukan oleh Pemkot Tasikmalaya dinilai tidak direncanakan secara utuh dan matang. Hal itu terlihat dari pelaksanaan yang masih berbarengan dengan proses pengkajian.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Hilman Wiranata mendukung upaya pemkot dalam membenahi Dadaha lebih baik. Pasalnya pihaknya pun menilai kondisi Dadaha sudah semrawut dan perlu ditata.

Mengenai keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Hilman mengakui bahwa kawasan tersebut tidak bisa lepas dengan aktivitas ekonomi. Hanya saja, perlu dikonsep supaya nilai fungsi dan estetikanya tidak sampai terganggu.

Baca Juga:Malik Mahpud dan Burung Macaw!PKL Dadaha “Diseleksi” Tim Penataan Kota Tasikmalaya! Dari 179, Hanya Sekitar 50 yang Masuk Prioritas

“Ekonomi dan estetika harus seimbang di Dadaha. Penataan harus berimbang, sehingga proses penataan tidak merusak ekonomi masyarakat, tetapi justru bisa menunjang perekonomian sekaligus meningkatkan estetika kawasan,” ujar Hilman.

Justru, Hilman menilai PKL bisa diberdayakan untuk menghidupkan Dadaha serta diberikan legalitas. Artinya pemkot menyediakan area khusus perdagangan yang resmi untuk mereka. “Aktivitas mereka jadi legal, difasilitasi tempat, sehingga jadi peluang retribusi,” katanya.

Fasilitas yang disiapkan pun harus dikonsep supaya tidak menjadi lapak dagang yang menimbulkan situasi kumuh dan mengganggu aktivitas pengunjung. Karena saat ini PKL cenderung adal berjualan dengan lapak yang cenderung sembarangan.

“Bentuk tendanya juga harus dibuat lebih bagus sehingga tidak terkesan kumuh,” katanya.

Masih menggantungnya proses penataan dikarenakan Pemkot tidak menyusun rencana secara utuh dan matang. Sehingga dalam pelaksanaannya, tim penataan masih dibingungkan dengan penempatan PKL. “Harusnya kan dalam perencanaan sudah dirancang pemetaan kawasan untuk PKL, karena perencanaannya belum matang jadi seperti ini,” ujarnya.

Disinggung soal peran serta DPRD dalam penataan ini, sejauh ini Pemkot Tasikmalaya sebatas menyampaikan rencana melakukan penataan secara umum. Tidak ada komunikasi lebih jauh soal penutupan jalur lalu lintas hingga pemetaan PKL. “Kalau penataan secara umum kan tiap tahun juga ada, kalau lebih jauh seperti ini belum Hilman berharap penataan Kompleks Dadaha dapat segera direalisasikan secara konkret. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ruang publik unggulan di Kota Tasikmalaya apabila ditata dengan konsep yang tepat.

0 Komentar