TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dalam proses penataan, Pemkot Tasikmalaya tidak akan memfasilitasi lapak untuk semua Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha. Tim penataan melakukan proses seleksi dengan menerapkan sejumlah kriteria.
Kepala UPTD Kompleks Olahraga Dadaha, Dadang Ismail, mengatakan pihaknya melakukan penyaringan berdasarkan aktivitas dan sejumlah kriteria prioritas. Sebelumnya, terdapat 179 pedagang yang masuk dalam pendataan. Namun, setelah disortir, jumlah pedagang yang dinilai benar-benar rutin mencari nafkah di kawasan jogging track jauh lebih sedikit.
“Jadi kan disortir. Mana pedagang yang memang rutin di jogging track tiap hari, kita beranggapan mereka memang mencari nafkahnya di sana,” kata Dadang saat ditemui di kantornya, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga:Meski Jalur Ditutup Demi Penataan, PKL Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan Walau Pendapatan AnjlokMisi Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak Realistis
Menurut dia, penyaringan tersebut tidak dilakukan sembarangan. Ada empat kriteria yang menjadi pertimbangan utama. Pertama, pedagang yang memang beraktivitas setiap hari. Kedua, warga lokal di sekitar kawasan. Ketiga, warga Kota Tasikmalaya. Keempat, pedagang yang sudah lama berjualan di lokasi tersebut.
“Kalau dikerucutkan di 109 itu enggak bakal lebih dari 30 pedagang,” ujarnya.
Artinya, angka ratusan yang selama ini terlihat di kawasan Dadaha belum tentu seluruhnya merupakan pedagang yang masuk daftar prioritas relokasi. Data pendataan rupanya masih harus melewati proses penyaringan lagi—sebab rupanya tidak semua yang datang berjualan otomatis mendapat tempat.
Dadang menjelaskan, data pedagang tersebut disinkronkan dengan informasi dari security dan paguyuban pedagang.
“Data itu kita dapat dari mana? Security mayoritas tahu mana pedagang lama mana pedagang baru. Disinkronkan dengan data yang ada di paguyuban,” katanya.
Untuk pedagang yang masuk kriteria, pemerintah telah menyiapkan tiga titik alternatif relokasi.Lokasi pertama berada di samping GOR Sukapura. Lokasi kedua berada di jalur sekitar TK Alphabet hingga Hotel Grand Metro.
Sementara titik lainnya berada di kawasan yang telah dibahas bersama dalam penataan PKL. “Untuk solusi, kita ada tiga titik. Yang pertama di samping GOR Sukapura, yang kedua di jalur TK Alphabet ke Hotel Metro. Itu solusi yang mereka pertanyakan,” kata Dadang.
