PKL Dadaha “Diseleksi” Tim Penataan Kota Tasikmalaya! Dari 179, Hanya Sekitar 50 yang Masuk Prioritas

PKL Dadaha Kota Tasikmalaya
Sejumlah PKL beraktivitas di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

Namun, keterbatasan kapasitas menjadi persoalan tersendiri. Dengan jumlah pedagang yang masih cukup banyak, tiga titik tersebut tidak mungkin menampung seluruh PKL.

Karena itu, pedagang yang hanya berjualan pada hari tertentu, khususnya Minggu, tidak seluruhnya diarahkan masuk dalam skema prioritas relokasi.

Dadang menyebut jumlah pedagang pada Minggu bisa saja berada di bawah 50 orang, meskipun suasana kawasan pada hari tersebut kerap berubah seperti pasar tumpah.

Baca Juga:Meski Jalur Ditutup Demi Penataan, PKL Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan Walau Pendapatan AnjlokMisi Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak Realistis

“Jadi sebenarnya mah ya mungkin di bawah 50 ya. Di hari Minggu mah itu dah eta mah pasar tumpah,” tambahnya.

Untuk pedagang musiman, pemerintah membuka kemungkinan pengalihan ke lokasi lain, seperti Jalan Baru atau kawasan Car Free Day.

Dadang menegaskan, penataan PKL dilakukan bukan semata-mata untuk memindahkan pedagang. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi kawasan Dadaha sebagai ruang olahraga dan fasilitas publik.

“Pada intinya tim penataan ini mengembalikan tempat pada fungsinya, jogging track buat olahraga, trotoar untuk pejalan kaki, bahu jalan untuk parkir,” bebernya.

Ia mengakui respons pedagang terhadap penataan tersebut beragam. Namun, menurut dia, dukungan masyarakat terhadap penataan juga cukup banyak terlihat, termasuk melalui media sosial.

“Kalau ditambah yang pedagang hari Minggu masih banyaklah tempat. Karena tujuan kita mengembalikan lagi fungsi Dadaha sebagai tempat olahraga,” tegasnya.

Penataan tersebut juga tidak berhenti di jogging track. Pemerintah berencana melanjutkan penataan ke sejumlah titik lain di sekitar Kompleks Dadaha, termasuk kawasan depan GOR Sukapura, GGM hingga Jam Gadang.

Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Ingin Menata Dadaha, Meskipun PKL Tetap AdaKarena Tak Ada SPBU di Langkaplancar Pangandaran, Pertamina Anjurkan Pembelian BBM Lokasi-lokasi Ini

“Ini sedang dibahas juga untuk langkah selanjutnya. Kami meminta dukungan semua. Mungkin pemerintah tidak bisa menjalankan semua program ini tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat,” katanya.

Dadang juga meminta masyarakat ikut menjaga hasil penataan dengan berbelanja di tempat yang semestinya dan tidak membuang sampah sembarangan.

Ia memahami bahwa pada masa awal penataan, pendapatan sebagian pedagang bisa mengalami penurunan.

“Wajar kalau di awal pendapatan mereka menurun, karena ini baru,” pungkasnya.

Penataan Dadaha kini berada pada dua kepentingan yang harus dicari titik temunya: ruang publik yang kembali pada fungsi olahraga dan pedagang yang tetap membutuhkan ruang untuk mencari nafkah.

0 Komentar