Bagi Eros, kondisi tersebut menjadi ironi. Aturan mengenai batas komisi disebut dimaksudkan untuk menjaga pendapatan pengemudi, tetapi menurut dia, penghasilan justru masih tergerus oleh berbagai pungutan dengan nama berbeda.
“Potongan komisi itu Peraturan Pemerintah mengatur bahwa komisi 8 persen,” katanya.
Selain persoalan potongan, Serikat Transportasi Tasikmalaya juga kembali mendesak adanya penutupan atau pembatasan pendaftaran driver ojol di wilayah Tasikmalaya.
Baca Juga:Timses Fauzan Layangkan Klarifikasi ke KADIN Jabar, Soroti Verifikasi yang Dinilai Tak Transparan di MukotaPendataan Perpustakaan Jadi Penentu IPLM, Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Data Tak Valid Bisa Pengaruhi Anggaran
Menurut Eros, persoalan jumlah pengemudi dan jumlah order harus dilihat sebagai satu kesatuan. Jika jumlah driver terus bertambah tanpa diimbangi order, pendapatan masing-masing pengemudi semakin tertekan.
Dia menyebut tuntutan pembatasan pendaftaran tersebut sudah disuarakan sejak 2023.
“Faktanya sekarang dengan jumlah driver yang terus banyak, sehingga penghasilan ojol itu masih jauh di bawah UMK,” katanya.
Karena itu, dia meminta aplikator menghitung rasio antara jumlah pengemudi dan jumlah order sebelum membuka kembali pendaftaran.
“Kalau misalkan memang masih perlu melakukan pendaftaran, silakan buka rasio antara jumlah driver dengan jumlah orderan. Kalau tidak memenuhi kelayakan, tutup pendaftaran,” ujarnya.
Eros menilai pembatasan pendaftaran bukan semata-mata soal membatasi orang mencari pekerjaan. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar distribusi order tidak semakin tipis.
“Rasio orderan dengan jumlah driver itu seimbang. Artinya, secara penghasilan driver itu layak,” katanya.
Sementara itu, perwakilan manajemen Kantor Maxim Tasikmalaya menyatakan menerima aspirasi yang disampaikan para pengemudi dalam aksi tersebut.
Baca Juga:Aturan Jadi Tameng, Transparansi Masih Buntung? SC Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Bantah Tudingan PenjegalanTasik Muslim Fair 2026 Kembali Hadir, Target Pengunjung Naik Jadi 50 Ribu
Dalam pernyataan yang disampaikan, pihak Maxim menyebut tiga poin tuntutan utama, yakni mendukung aspirasi pengemudi, penghapusan platform fee, serta penutupan atau pembatasan pendaftaran di wilayah Tasikmalaya.
Pihak Maxim Tasikmalaya menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan dalam aksi dan meneruskannya kepada manajemen Maxim pusat sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
“Kami mendukung dan menghargai aspirasi serta tuntutan yang disampaikan oleh teman-teman ojol di sini,” demikian pernyataan perwakilan manajemen Maxim Tasikmalaya.
Pihak kantor cabang juga menyatakan akan memperjuangkan aspirasi tersebut kepada manajemen Maxim.
Selain itu, Maxim Tasikmalaya berkomitmen membuka komunikasi dan koordinasi dengan perwakilan pengemudi guna memastikan tuntutan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti.
