Peringati Hari Literasi Internasional, SDN 1 Gunungpereng Gelar Lomba Aksara Sunda

SDN 1 Gunungpereng
Sejumlah siswa SDN 1 Gunungpereng antusias mengikuti lomba menulis Aksara Sunda, Selasa (8/9/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional, SDN 1 Gunungpereng menggelar kegiatan bertajuk Literaksi, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dikemas melalui sejumlah perlombaan yang mendorong siswa untuk mengenal sekaligus menggunakan aksara Sunda sejak dini.

Sejumlah perlombaan digelar dengan melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Siswa kelas 1-2 mengikuti lomba menulis aksara Sunda, sedangkan siswa kelas 3-4 ditantang menebak huruf atau kata dalam aksara Sunda. Sementara itu, siswa kelas 5-6 mengikuti lomba menulis surat untuk kepala sekolah menggunakan aksara Sunda.

Melalui kegiatan Literaksi, siswa tidak hanya diajak mengenal bentuk dan penggunaan aksara Sunda, tetapi juga membiasakan diri menggunakannya dalam aktivitas literasi.

Baca Juga:35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir MahpudPeriksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta Begini

Kepala SDN 1 Gunungpereng, Dr Irvan Kristivan MPd, menuturkan, kegiatan Literaksi menjadi salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan kesadaran literasi sejak dini sekaligus melestarikan aksara Sunda yang kini dianggap asing oleh orang Sunda sendiri. Tak hanya itu, Irvan berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap aksara Sunda.

Menurutnya, kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan aksara Sunda.

“Meski kegiatannya sangat sederhana namun memberikan dampak yang sangat besar,” ujarnya kepada Radar.

Upaya mengenalkan aksara Sunda kepada siswa tersebut juga menjadi bagian dari gerakan Berantas Buta Aksara Sunda (Bebas) yang terus digalakkan Irvan bersama para guru di SDN 1 Gunungpereng. Gerakan tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan literasi, tetapi juga diwujudkan dalam pembelajaran sehari-hari. Salah satunya dengan menjadikan aksara Sunda sebagai mata pelajaran wajib.

Kebijakan ini menjadikan SDN 1 Gunungpereng sebagai satu-satunya sekolah di Kota Tasikmalaya yang menerapkan pembelajaran aksara Sunda secara wajib.

Tak berhenti pada pembelajaran di kelas, sekolah yang berlokasi di wilayah Cilembang itu juga telah dua kali menggelar Ngaistrenan Aksara Sunda atau syukuran atas kelulusan siswa yang berhasil melewati ujian aksara Sunda.

Agenda tahunan tersebut dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya sekolah menjaga keberlanjutan pembelajaran aksara Sunda.

Baca Juga:Korban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah Bekerja

Gagasan menghadirkan mata pelajaran Aksara Sunda di sekolah, kata Irvan, berangkat dari sebuah penelitian pada 2023 yang menunjukkan bahwa hanya 1 persen warga Jawa Barat yang mampu membaca dan menulis aksara Sunda.

0 Komentar