Pelaku Utama Kasus Remaja Kota Tasikmalaya Meninggal Dianiaya Geng Motor Ternyata di Bawah Umur

pelaku utama
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, malam sebelum kejadian korban bersama sejumlah rekannya berkumpul di kawasan Colombis, Jalan Bantar, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam laporan polisi, korban dan sejumlah rekannya disebut tergabung dalam salah satu kelompok geng motor. Mereka juga disebut mengonsumsi minuman keras.

Sekitar pukul 01.00 WIB, korban bersama rekannya kemudian menuju rumah saudara korban di kawasan Lengo, Kelurahan Bantarsari, untuk menjemput seorang saksi berinisial Rasya (17).

Baca Juga:Belum Kebagian Becak Listrik? Pemkot Tasikmalaya Buka Daftar Tunggu, Tegaskan Penerima Tak Terkait Desil220 Becak Listrik Mulai Dibagikan di Kota Tasikmalaya, Viman Instruksikan SPKLU Diperluas

Sekitar pukul 01.15 WIB, ketiganya berangkat menggunakan sepeda motor Honda Beat menuju kawasan Cilembang dengan tujuan membeli minuman keras.

Namun, perjalanan tersebut berujung petaka.

Sekitar pukul 02.15 WIB, saat melintas di Jalan E.Z. Mutaqin dari arah Cilembang menuju Pasar Cikurubuk, mereka berpapasan dengan pengguna sepeda motor Honda Sonic berwarna hitam tanpa cover.

Menurut keterangan saksi kepada polisi, pengendara motor tersebut diduga memancing dan memicu warga sekitar.

Tak lama kemudian, warga diduga memukulkan alat pemukul ke arah sepeda motor yang ditumpangi korban.

“Menurut keterangan saksi, korban dipukul menggunakan alat dan mengenai bagian kepala,” kata Januar sebelumnya.

Korban kemudian diketahui mengalami luka pada bagian kepala hingga tidak sadarkan diri.

Saksi meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban dan sekitar pukul 03.30 WIB membawanya ke Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya.

Meski mendapat penanganan medis, korban akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga:Karim Klaim Kantongi 90 Voter, Persaingan Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Kian PanasBelum Ada Abu Krakatau, Satlantas Polres Tasikmalaya Kota Sudah Bagikan 100 Masker

Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa perkara tersebut tidak bisa disederhanakan menjadi cerita tentang siapa yang berada di lokasi dan siapa yang tidak.

Polisi kini memilah peran masing-masing, termasuk memastikan siapa yang benar-benar melakukan tindakan pidana.

Di sisi lain, fakta bahwa pelaku utama masih di bawah umur menjadi alarm tersendiri.

Pergaulan kelompok, aktivitas bermotor pada dini hari dan konsumsi minuman keras kembali berkelindan dengan perkara serius yang berujung hilangnya nyawa.

Jalan raya mestinya menjadi ruang untuk pulang, bukan panggung adu nyali.

Sebab ketika keberanian kehilangan rem, yang tersisa bisa jadi bukan cerita heroik, melainkan korban, proses hukum, dan masa depan anak-anak muda yang ikut terseret.

0 Komentar