Kepler mengatakan, persoalan serupa bukan hanya ditemukan pada Asep. Ia mengaku menemukan sejumlah warga yang sebelumnya berada di Desil 1 dan Desil 2, tetapi dalam pemutakhiran data justru naik menjadi Desil 6 bahkan Desil 10.
“Yang saya lihat ini bukan hanya satu orang. Ada beberapa masyarakat miskin yang sebelumnya masuk Desil 1 dan 2, sekarang naik menjadi Desil 6 sampai 10. Ini harus dikaji dan dievaluasi kembali,” kata Kepler.
Perubahan status desil juga disebut berpengaruh terhadap peluang Asep mendapatkan program Becak Listrik.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Ingin Menata Dadaha, Meskipun PKL Tetap AdaKarena Tak Ada SPBU di Langkaplancar Pangandaran, Pertamina Anjurkan Pembelian BBM Lokasi-lokasi Ini
Padahal, secara usia maupun pekerjaan, Asep masih menjalani aktivitas sebagai tukang becak. Ia tetap mengayuh becaknya setiap hari untuk mendapatkan penghasilan. Namun, status desil yang tercatat dalam data menjadi salah satu kendala.
Kepler menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius. Jangan sampai data yang seharusnya digunakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran justru membuat warga yang benar-benar membutuhkan terlewat.
Menurut Kepler, pemerintah perlu melihat kembali kondisi masyarakat secara langsung, bukan semata-mata berdasarkan angka dalam sistem.
“Memang dari desil ini seolah-olah derajat orang miskin dinaikkan menjadi lebih baik. Tetapi kenyataannya, masyarakat tersebut tidak punya apa-apa. Bahkan ada yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujarnya.
Kepler meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendataan dan penetapan desil. Menurutnya, perubahan data kesejahteraan harus benar-benar berdasarkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya. Verifikasi lapangan dinilai penting untuk memastikan tidak ada warga miskin yang tiba-tiba keluar dari daftar penerima bantuan hanya karena perubahan data.
Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah administrasi.
Sebab, bagi masyarakat seperti Asep, bantuan pemerintah memiliki arti penting untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:Anak Muda Wafat, Organisasi Pemuda Masih Rapat!Maulid yang Menunggu Wali Kota!
Selama 35 tahun mengayuh becak, kondisi ekonomi Asep belum banyak berubah. Ia masih bekerja di usia 66 tahun, masih mengontrak rumah dan masih mempunyai tanggungan keluarga. Namun, dalam data kesejahteraan, statusnya justru mengalami peningkatan dari Desil 2 menjadi Desil 6.
Kondisi itulah yang membuat Asep mempertanyakan apakah data tersebut benar-benar menggambarkan kehidupannya. Kepler berharap pemerintah segera melakukan pengecekan dan evaluasi agar persoalan serupa tidak terus terjadi.
