Payung Geulis Kota Tasikmalaya Unjuk Gigi di FESPIN Solo, Kriya Lokal Bidik Pasar Dunia

Payung Geulis Kota Tasikmalaya
Rombongan Kota Tasikmalaya saat menghadiri Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 di Taman Balekambang, Solo, Sabtu (5/9/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Payung Geulis Kota Tasikmalaya tak hanya menjadi pemanis di panggung Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 di Taman Balekambang, Solo.

Di balik warna dan motif khasnya, kriya ikonik Kota Tasikmalaya itu membawa misi lebih besar: membuka jalan agar produk lokal semakin dikenal hingga pasar dunia.

Kota Tasikmalaya menjadi satu-satunya daerah dari Jawa Barat yang tampil dalam FESPIN XIII 2026 yang berlangsung 4-6 September 2026.

Baca Juga:Kunci Rusak, Ahli Gizi Terjebak di Ruangan Kantor SPPG Cigantang TasikmalayaKejar Swasti Saba Wiwerda, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Tasikmalaya Masih Jadi PR Utama

Festival tersebut mengangkat tema Catra Padi – Sepayung Dewi Sri, dengan narasi besar tentang padi, ketahanan pangan, dan budaya.

FESPIN tahun ini diikuti hampir 40 kota di Indonesia serta perwakilan dari sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Thailand, India, Jepang, Polandia, dan Mongolia.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, Rani Permayani mengatakan, keikutsertaan Tasikmalaya tidak hanya membawa Payung Geulis.

Beragam produk kriya unggulan turut dipamerkan, mulai dari daster bordir, batik bordir, kebaya bordir, rajutan, tas, hingga aksesori berbahan kayu olahan.

“Termasuk tarumpah dan kriya mendong yang mendunia,” kata Rani melalui sambungan telepon kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Rani, panggung FESPIN menjadi kesempatan bagi Kota Tasikmalaya untuk memperkenalkan kekuatan kriya lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Ia berharap kehadiran produk-produk tersebut tidak berhenti sebagai pajangan festival, tetapi mampu mendorong geliat industri kreatif daerah agar semakin dikenal.

Baca Juga:44 Peserta OHAN Hafizh Batch I Diwisuda, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Jalur Kuliah dan BeasiswaAksi Pecah Kaca Kembali Terjadi di Tasikmalaya, ECU Grand Max Raib Dicuri

“Kami juga ingin membawa spirit, motivasi dan apresiasi untuk Kota Tasikmalaya, agar bisa lebih terkenal dengan produk unggulannya yang khas, unik, dan luar biasa keren,” terangnya.

Rani menegaskan, kualitas kriya Tasikmalaya tidak kalah dengan produk dari daerah lain. Karena itu, produk lokal dinilai layak mendapat apresiasi sekaligus ruang untuk terus dikembangkan.

“Kriya yang dimiliki Kota Tasikmalaya tidak kalah mempesona dari daerah lain, sehingga layak untuk diapresiasi daerah lain dan dikembangkan lebih maju lagi,” tambahnya.

FESPIN XIII 2026 sendiri bukan sekadar festival payung. Agenda budaya tersebut juga menghadirkan 163 pertunjukan seni yang ditampilkan secara maraton, meliputi tari, musik, fesyen, hingga teater.

0 Komentar