RADARTASIK.ID – Maurizio Sarri menyadari Atalanta menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas AS Roma.
Duel Roma vs Atalanta dijadwalkan berlangsung di Stadion Olimpico, Minggu, 6 September 2026 pukul 01.45 WIB.
Sarri menilai pertandingan tersebut datang pada waktu yang tidak mudah bagi timnya. Atalanta masih dalam proses membangun tim, sementara Roma sudah memiliki fondasi yang lebih matang setelah bekerja bersama selama lebih dari satu musim.
Baca Juga:Juventus Vs AC Milan: Momen Amorim Patahkan Rekor Capello dan AncelottiInter Milan Vs Napoli, Giovanni Di Lorenzo Bantah Timnya Sudah Tua dan Tak Mampu Berlari
“Ini adalah pertandingan antara tim yang sudah bekerja selama 13-14 bulan dan tim seperti kami yang baru menjalani 45 hari. Pertandingan ini penting dan pada saat seperti sekarang cukup sulit bagi kami,” kata Sarri.
Pelatih Atalanta itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada Gian Piero Gasperini, mantan pelatih La Dea yang kini menangani Roma.
“Saya sangat menghormati dan mengagumi Gasperini. Semua jenis pelatih bisa menang, baik yang menerapkan pertahanan zona, penjagaan satu lawan satu, maupun sepak bola menyerang,” paparnya.
“Tidak ada satu formula khusus yang menjamin kemenangan. Yang terpenting adalah melakukan semuanya dengan baik,” ujar Sarri.
Menurutnya, Atalanta kini sedang memasuki fase baru setelah klub memilih proyek dan pendekatan sepak bola yang berbeda.
Sarri juga menilai pengaruh Gasperini terhadap sejarah Atalanta memang sangat besar, tetapi hal tersebut tidak menjadi beban bagi tim yang kini ia tangani.
“Di Bergamo, klub memilih proyek lain dan jenis sepak bola yang berbeda. Jelas Gasperini memberikan pengaruh besar selama bertahun-tahun, tetapi saya tidak pernah merasa kehadirannya menjadi sesuatu yang terlalu membebani,” lanjutnya.
Baca Juga:Chivu Kesal Diingatkan Inter Sering Kalah Lawan AC Milan dan Juventus: Musim Lalu Mereka Finis DibelakangComo Terbang ke Puncak Klasemen, Fabregas Puji Samuele Ricci
Salah satu perhatian utama Sarri adalah lini depan Roma. Pelatih asal Italia itu secara khusus menyoroti Donyell Malen yang sedang berada dalam performa terbaik.
Ketika ditanya bagaimana cara menghentikan penyerang seperti Malen, Sarri menegaskan tidak ada metode yang benar-benar menjamin pemain berkualitas tinggi bisa dibuat tidak berkutik.
“Jika ada cara yang pasti untuk menghentikan mereka, pemain-pemain hebat tidak akan ada,” katanya.
“Malen sedang dalam kondisi terbaiknya. Dia seperti binatang buas, baik ketika menghubungkan permainan, berada di dalam kotak penalti, maupun saat melakukan pergerakan di ruang belakang pertahanan,” sanjungnya.
