RADARTASIK.ID – Kapten Napoli Giovanni Di Lorenzo membantah timnya sudah tua jelang duel di kandang Inter Milan pada pekan ketiga Serie A.
Disisi lain, pelatih Napoli, Massimiliano Allegri lebih memilih meredam kekhawatiran berlebihan menjelang laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 23:00 WIB tersebut.
Allegri menilai terlalu dini membicarakan perebutan Scudetto, meski pertandingan di Giuseppe Meazza mempertemukan dua tim yang finis sebagai juara dan runner-up Serie A musim lalu.
Baca Juga:Chivu Kesal Diingatkan Inter Sering Kalah Lawan AC Milan dan Juventus: Musim Lalu Mereka Finis DibelakangComo Terbang ke Puncak Klasemen, Fabregas Puji Samuele Ricci
“Di sini orang-orang sedikit hidup dalam euforia dan depresi. Menurut saya, kita baru berada di pekan ketiga,” ujar Allegri dalam konferensi pers jelang Inter vs Napoli.
Napoli datang ke pertandingan tersebut setelah mengalami kekalahan dari Como di kandang sendiri.
Hasil itu membuat pasukan Allegri mendapat sorotan, tetapi sang pelatih meminta timnya tetap menjaga keseimbangan.
“Kami kecewa karena kalah di kandang melawan Como, tetapi keseimbangan harus tetap dijaga. Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan dan Liga Champions juga segera dimulai,” katanya.
Allegri juga menilai kekalahan tersebut tidak terjadi karena Napoli tampil buruk.
“Kami kalah tanpa benar-benar bermain buruk. Namun, semuanya tergantung sudut pandang dan bagaimana seseorang melihat pertandingan,” lanjutnya.
Menurut Allegri, Napoli masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dari sisi kondisi fisik.
Baca Juga:Inter Milan Hadapi Ancaman Eksodus Massal, 11 Pemain Akan Habis Kontrak Boban Bela Maldini dan Ungkap Alasan Guardiola Tolak Timnas Italia
“Pada fase ini, kami harus meningkatkan aspek fisik. Besok kami menghadapi pertandingan yang bagus, sebuah duel langsung antara tim yang finis di posisi pertama dan kedua musim lalu. Kami datang dengan kepercayaan diri, kemudian kami akan memikirkan Arsenal,” tuturnya.
Menariknya, jelang pertandingan tersebut Cristian Chivu justru memberikan pujian tinggi kepada Allegri.
Pelatih Inter itu sebelumnya mendapat pertanyaan mengenai catatan Nerazzurri yang kurang meyakinkan ketika menghadapi pertandingan besar, khususnya melawan AC Milan dan Juventus.
Chivu kemudian menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati Allegri dan rekam jejaknya di sepak bola Italia.
“Saya memiliki rasa hormat yang sangat besar kepadanya. Saya tidak melupakan enam Scudetto dan dua final Liga Champions yang dia raih. Dia adalah ikon sepak bola Italia,” kata Chivu.
