RADARTASIK.ID – Cristian Chivu tampak kurang nyaman ketika kembali ditanya mengenai catatan buruk Inter Milan dalam laga-laga besar, terutama saat menghadapi AC Milan dan Juventus.
Inter akan menjamu Napoli dalam salah satu pertandingan terbesar pada pekan ketiga Serie A yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 5 September 2026 pukul 23:00 WIB.
Selain Inter vs Napoli, giornata kali ini juga menyajikan duel Roma vs Atalanta serta Juventus vs AC Milan.
Baca Juga:Como Terbang ke Puncak Klasemen, Fabregas Puji Samuele RicciInter Milan Hadapi Ancaman Eksodus Massal, 11 Pemain Akan Habis Kontrak
Menjelang pertandingan, Chivu mendapat pertanyaan apakah Inter vs Napoli layak disebut sebagai big match.
Pelatih asal Rumania itu justru meminta wartawan menjelaskan terlebih dahulu definisi pertandingan besar yang dimaksud.
“Kalian harus menjelaskan kepada saya apa yang kalian maksud,” ujar Chivu dalam konferensi pers jelang pertandingan.
“Jika yang dimaksud adalah tim-tim yang bersaing untuk meraih Scudetto, maka Juventus dan Milan? Musim lalu mereka finis cukup jauh di belakang,” lanjutnya.
Pernyataan Chivu bukan dimaksudkan sebagai sindiran kepada Juventus maupun Milan.
Ia hanya merespons sorotan media yang terus mengungkit kesulitan Inter ketika menghadapi pertandingan besar dan laga-laga langsung melawan pesaing.
Salah satu sosok yang juga menjadi bagian dari pembahasan adalah Massimiliano Allegri, mantan pelatih AC Milan yang kini menukangi Napoli.
Chivu justru memberikan penghormatan tinggi kepada Allegri.
“Saya memiliki rasa hormat yang sangat besar kepadanya. Saya tidak melupakan enam Scudetto dan dua final Liga Champions yang dia raih. Dia adalah ikon sepak bola Italia,” kata Chivu.
Baca Juga:Boban Bela Maldini dan Ungkap Alasan Guardiola Tolak Timnas ItaliaGenoa vs Como: Duel De Rossi Lawan Fabregas, Adu Taktik Dua Pelatih Muda
Dalam konferensi pers tersebut, Chivu didampingi Presiden Inter, Beppe Marotta, serta direktur olahraga baru, Dario Baccin.
Marotta menilai keputusan menunjuk Baccin sebagai penerus Piero Ausilio merupakan bentuk kesinambungan dalam struktur klub.
“Ini adalah sebuah kebanggaan bagi kami,” kata Marotta.
Pernyataan tersebut merujuk pada keputusan Inter mempertahankan kesinambungan internal setelah berpisah secara mutual dengan Ausilio, yang telah mengabdi selama 28 tahun di klub.
Baccin kemudian mengenang Giacinto Facchetti, salah satu simbol terbesar dalam sejarah Inter, yang meninggal dunia 20 tahun lalu.
Direktur olahraga baru Nerazzurri itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbicara dengan Ausilio sebelum menerima jabatan tersebut.
