Chivu Kesal Diingatkan Inter Sering Kalah Lawan AC Milan dan Juventus: Musim Lalu Mereka Finis Dibelakang

Cristian Chivu
Cristian Chivu Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

“Saya berterima kasih kepadanya,” ujar Baccin.

Salah satu pekerjaan pertama yang berada di meja Baccin adalah pembahasan sejumlah kontrak pemain.

Nama Federico Dimarco menjadi salah satu yang mendapat perhatian. Bek sayap Inter tersebut sebelumnya dinobatkan sebagai pemain terbaik secara keseluruhan pada Gran Galà del Calcio AIC musim lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Dimarco mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya berharap negosiasi kontrak baru sudah dimulai.

Baca Juga:Como Terbang ke Puncak Klasemen, Fabregas Puji Samuele RicciInter Milan Hadapi Ancaman Eksodus Massal, 11 Pemain Akan Habis Kontrak 

Kini, Baccin akan mengambil alih pembicaraan tersebut. Namun, situasi Dimarco berbeda dengan Hakan Calhanoglu.

Kontrak Dimarco sebenarnya tidak akan berakhir pada 30 Juni 2027. Inter telah menggunakan klausul unilateral yang memungkinkan klub memperpanjang kontraknya hingga 2028.

Pertanyaan mengenai performa Inter dalam laga-laga besar tidak muncul tanpa alasan.

Pada musim lalu, Nerazzurri memang memiliki catatan kurang meyakinkan dalam pertandingan melawan rival tradisional, khususnya AC Milan dan Juventus.

Inter dua kali kalah dari Milan. Sementara saat menghadapi Juventus, Nerazzurri juga menelan kekalahan telak 4-3 pada giornata ketiga.

Pertandingan tersebut berlangsung ketika Juventus masih ditangani Igor Tudor, yang kemudian meninggalkan kursi pelatih.

Inter juga pernah meraih kemenangan kontroversial dalam duel di San Siro. Laga tersebut diwarnai kartu merah untuk Pierre Kalulu, sementara Inter merasa ada keputusan wasit yang menguntungkan karena Bastoni tidak mendapatkan kartu merah.

Baca Juga:Boban Bela Maldini dan Ungkap Alasan Guardiola Tolak Timnas ItaliaGenoa vs Como: Duel De Rossi Lawan Fabregas, Adu Taktik Dua Pelatih Muda

Secara keseluruhan, Inter hanya mengumpulkan tiga poin dari maksimal 12 poin yang tersedia dalam empat pertandingan melawan Milan dan Juventus musim lalu.

Catatan tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Chivu. Namun, pelatih asal Rumania itu memiliki alasan kuat untuk tetap percaya diri.

Sebab, di tengah kritik terhadap performa Inter dalam laga-laga besar, Nerazzurri tetap berhasil mengakhiri musim dengan dua trofi.

Kini, Chivu mendapat tantangan untuk memperbaiki catatan tersebut. Duel melawan Napoli menjadi kesempatan pertama untuk menunjukkan bahwa Inter musim ini siap menghadapi pertandingan-pertandingan besar dengan mentalitas berbeda.

0 Komentar