Adrien Rabiot Senjata Andalan AC Milan Saat Melawat ke Kandang Juventus

Adrien Rabiot
Adrien Rabiot menjadi aktor utama kemenangan AC milan di kandang Como Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Adrien Rabiot bersiap kembali menghadapi Juventus. Gelandang asal Prancis itu akan menjadi salah satu pemain yang paling disorot ketika AC Milan bertandang ke Allianz Stadium, Senin, 7 September 2026 pukul 01.45 WIB.

Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua Rabiot dengan Juventus di Turin setelah meninggalkan klub tersebut.

Musim lalu, laga antara kedua tim berakhir imbang. Kini, Rabiot kembali ke markas mantan klubnya dengan peran yang berbeda bersama AC Milan di bawah asuhan Ruben Amorim.

Baca Juga:Juventus Vs AC Milan: Momen Amorim Patahkan Rekor Capello dan AncelottiInter Milan Vs Napoli, Giovanni Di Lorenzo Bantah Timnya Sudah Tua dan Tak Mampu Berlari

Performa Rabiot sejak awal musim menjadi salah satu alasan munculnya optimisme di kubu Rossoneri.

Kehadirannya memberikan dimensi berbeda di lini tengah, terutama berkat kemampuan fisik, kecepatan, serta keberaniannya melakukan penetrasi ke area penalti.

Rabiot kini sudah menjadi salah satu figur penting di lini tengah Milan bersama Luka Modric.

Ia tidak hanya bertugas menjaga keseimbangan permainan, tetapi juga kerap menjadi penggerak serangan.

Kemampuan melakukan pergerakan tanpa bola menjadi salah satu senjata utamanya.

Rabiot memiliki kemampuan unik untuk muncul dari lini kedua dan berlari ke belakang pertahanan lawan.

Pergerakan tersebut kembali terlihat ketika Milan menghadapi Torino pada pertandingan pertama musim ini.

Setelah menjalani liburan dan hanya memiliki waktu beberapa hari untuk berlatih, Rabiot langsung memberikan dampak di lapangan.

Baca Juga:Chivu Kesal Diingatkan Inter Sering Kalah Lawan AC Milan dan Juventus: Musim Lalu Mereka Finis DibelakangComo Terbang ke Puncak Klasemen, Fabregas Puji Samuele Ricci

Ia mencetak gol pertamanya pada era Amorim sekaligus membantu Milan mengawali musim dengan hasil positif.

Kini, Amorim tampaknya ingin memaksimalkan kemampuan tersebut. Rabiot bukan diproyeksikan sebagai striker, tetapi sebagai penghubung antara lini tengah dan lini serang.

Pelatih asal Portugal itu melihat Rabiot sebagai gelandang dengan kombinasi langka: postur tubuh besar, kekuatan fisik, kecepatan, serta kemampuan melakukan penetrasi dan menyelesaikan peluang.

Saat menghadapi Torino, Rabiot bahkan beberapa kali muncul di tiang jauh dan menempati posisi yang menyerupai seorang penyerang.

Peran tersebut menunjukkan bagaimana Amorim berusaha mengeksploitasi karakteristik sang gelandang.

Menghadapi Juventus, kemampuan Rabiot dalam bertahan tetap akan dibutuhkan. Namun, menarik untuk melihat seberapa jauh Amorim memberinya kebebasan untuk bergerak ke depan.

Peran seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Rabiot. Ia pernah menjalani eksperimen serupa ketika bermain untuk Marseille di bawah Roberto De Zerbi.

0 Komentar