Harga Sembako Terjaga, Kabupaten Tasikmalaya Kembali Raih Penghargaan TPID Jawa-Bali

Tpid jawa bali
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menerima penghargaan TPID Jawa-Bali untuk ketiga kalinya, Kamis 24 September 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kabupaten Tasikmalaya kembali mendapat apresiasi atas kinerja pengendalian inflasi daerah. Pemkab Tasikmalaya meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Berprestasi 2026 Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Jawa-Bali Non-IHK.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Festival Keuangan Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI)–Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 sekaligus Rakornas Pengendalian Inflasi di Jakarta International Convention Center, Kamis (24/9/2026).

Penghargaan tahun ini menjadi yang ketiga bagi Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya, daerah tersebut meraih penghargaan serupa pada 2023 dan 2025.

Baca Juga:Portal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak DibatasiBangun Sinergi dengan KPAID, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Formulasi Tangani Bullying di Madrasah

Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta jajaran pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Saya sampaikan terima kasih untuk warga Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh jajaran pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa yang terus bersama-sama berjuang melesat melaksanakan tugas-tugas kita sehingga dinilai berdampak,” ujarnya.

Menurut Cecep, keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Masyarakat dan pelaku usaha juga memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan barang serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok.

Untuk menjaga kondisi tersebut, Pemkab Tasikmalaya melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri sekaligus memantau perkembangan inflasi setiap pekan. Pengendalian dilakukan dengan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan memperkuat koordinasi bersama para pelaku usaha.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Atas upaya tersebut, Kabupaten Tasikmalaya mendapat apresiasi sebagai daerah yang mampu menjaga harga, terutama komoditas sembako, di kawasan Jawa-Bali.

Cecep menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja bersama seluruh unsur di daerah yang layak dipersembahkan kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Potensi Zakat Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Tembus Rp 4,5 Miliar, Ini Kata BAZNASAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota Tasikmalaya

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, masyarakat dan pelaku usaha dinilai tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi di lapangan, sedangkan pemerintah menjalankan peran sebagai regulator.

“Sinergi antara masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya. (obi)

0 Komentar