TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Gara-gara kunci pintu yang bermasalah, seorang ahli gizi dilaporkan sempat terjebak di dalam ruangan Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis (3/9/2026) dini hari.
Situasi yang sempat bikin panik itu akhirnya ditangani petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) BPBD Kota Tasikmalaya.
Petugas Regu 2 diterjunkan untuk melakukan evakuasi setelah upaya membuka pintu secara mandiri oleh sejumlah rekan kerja tak membuahkan hasil.
Baca Juga:Kejar Swasti Saba Wiwerda, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Tasikmalaya Masih Jadi PR Utama44 Peserta OHAN Hafizh Batch I Diwisuda, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Jalur Kuliah dan Beasiswa
Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan (Kabid Damkar) BPBD Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya, benar,” kata Erik saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan laporan kaji cepat Damkar Kota Tasikmalaya, laporan kejadian diterima sekitar pukul 04.00 WIB.
Lima menit kemudian, petugas berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 04.20 WIB.
Petugas Regu 2 yang terdiri dari Alidza Abdurrahman, Nizar Pebrian Zen dan Rizki Syahrillah kemudian melakukan penanganan di lokasi.
Proses evakuasi dimulai pukul 04.22 WIB dan rampung sekitar pukul 04.42 WIB.
Dengan demikian, petugas membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk mengevakuasi ahli gizi yang terjebak di dalam ruangan tersebut.
Persoalannya ternyata bukan pintu yang tiba-tiba ngambek.
Berdasarkan keterangan pelapor, kondisi kunci pintu memang sudah mengalami kerusakan sejak beberapa hari sebelumnya.
Meski demikian, kunci tersebut beberapa kali masih bisa berfungsi sehingga persoalan belum sepenuhnya dianggap serius.
Baca Juga:Aksi Pecah Kaca Kembali Terjadi di Tasikmalaya, ECU Grand Max Raib DicuriDua Remaja Jadi Korban, Genk Motor di Tasikmalaya Tak Bisa Dilawan dengan Narasi
Sampai akhirnya, saat pintu hendak dibuka pada dini hari, kunci kembali tidak berfungsi.
Sejumlah rekan kerja sempat mencoba melakukan evakuasi secara mandiri. Namun, pintu tetap tak kunjung terbuka.
Dalam kondisi tersebut, pelapor kemudian menghubungi Damkar Kota Tasikmalaya untuk meminta bantuan.
Petugas akhirnya datang dan melakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kerusakan fasilitas yang terlihat sepele, seperti kunci pintu, bisa berubah menjadi persoalan serius ketika terjadi pada waktu dan kondisi yang tidak tepat.
Beruntung, proses evakuasi berlangsung lancar dan tidak dilaporkan adanya kendala dalam penanganan tersebut.
Damkar Kota Tasikmalaya sendiri mencatat kejadian itu sebagai nonkebakaran kategori human rescue, bukan peristiwa kebakaran.
