TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat melanjutkan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja menjadi Tasik Sport Center.
Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya Drs Erry P MSi mengatakan, pembangunan stadion yang berada di Kampung Pasir Kaliki, Desa/Kecamatan Mangunreja tersebut telah mangkrak sejak 2014. Padahal, pembangunan SOR Mangunreja telah menyerap anggaran lebih dari Rp80 miliar.
Menurut Erry, besarnya investasi yang telah dikeluarkan belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Hingga kini, SOR Mangunreja belum menghasilkan outcome yang sebanding dengan anggaran yang telah terserap.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
“Apa akan dibiarkan mubazir? Atau sengaja ada pembiaran hingga bangunan itu ambruk atau rusak ditelan usia dan cuaca,” tanya Erry.
Erry memahami kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang terbatas sehingga penyelesaian SOR Mangunreja perlu didorong melalui dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Tentu kami maklum, jika pemkab Tasikmalaya tidak menyediakan anggaran untuk menyelesaikan stadion tersebut. Akan tetapi kan masih ada pemprov atau pemerintah pusat,” ungkap Erry.
Ia menilai SOR Mangunreja merupakan investasi besar yang telah dibangun sejak 14 tahun yang lalu. Keberadaan Tasik Sport Center juga dinilai penting sebagai salah satu fasilitas olahraga untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan menjadi pengganti kompleks olahraga Dadaha.
Karena itu, KONI mendesak pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran agar mengusulkan penyelesaian SOR Mangunreja kepada pemerintah provinsi dan pusat.
“Kami sebagai ketua KONI memohon provinsi dan pusat turun melihat kondisi stadion yang dibiarkan rusak,” dorong Erry.
Sebagai insan olahraga, Erry mengaku prihatin melihat kondisi SOR Mangunreja yang semakin memprihatinkan. Bangunan yang terbengkalai tersebut bahkan menjadi sarang kelelawar dan kondisinya gelap di dalam gedung serta dikhawatirkan digunakan untuk hal-hal negatif.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
“Sangat disayangkan kalau dibiarkan Kami sudah bertanya ke PUPR bahwa untuk menyelesaikan SOR dengan eskalasi harga hari ini estimasinya dikisaran Rp 350-400 miliar,” terang dia.
Erry menyarankan penyelesaian SOR Mangunreja dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, pemerintah dapat memprioritaskan penyelesaian tribun yang sudah ada, termasuk lapangan dan rumput.
