Kesbangpol Kota Tasikmalaya Ungkap Duduk Perkara Dugaan Pemurtadan, Berawal dari Informasi Mulut ke Mulut

dugaan pemurtadan di Kota Tasikmalaya
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Ade Hendar. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya 
0 Komentar

Dari pertemuan tersebut, kata dia, persoalan telah dijelaskan kepada pihak-pihak yang terlibat sehingga informasi yang sebelumnya berkembang dapat diluruskan.

Ade menyebut tindak lanjut juga telah disepakati. Salah satunya, pihak MUI akan datang langsung ke lokasi sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya.

“Versi kami sudah clear saat itu,” katanya.

Dengan demikian, Ade menegaskan dugaan pemurtadan tersebut tidak terbukti berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan.

“Iya, betul,” jelasnya.

Baca Juga:Warga Tasikmalaya Diminta Tak Gampang Terprovokasi Hoaks, Aspirasi Tetap Harus BeradabDua Rumah Ludes Dilalap Api di Tamansari Tasikmalaya, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

Meski demikian, Ade mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Ia meminta warga melakukan pengecekan ulang terhadap informasi, terlebih apabila menyangkut persoalan sensitif seperti agama dan keyakinan.

“Mengimbau kepada saudara-saudara kami di Kota Tasikmalaya untuk bisa memfilter, meyakinkan setiap informasi sehingga kejernihan dan kejelasan informasi itu bisa ditangkap dengan baik dan benar,” katanya.

Menurut dia, informasi yang tidak utuh berpotensi mengalami deviasi ketika berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati ketika menerima maupun menyampaikan informasi.

“Harus dicek ulang lagi kebenarannya,” pesan Ade.

Ia berharap persoalan tersebut menjadi pelajaran agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar.

Terlebih, isu yang menyangkut keyakinan mudah berkembang menjadi persoalan besar apabila informasi awalnya tidak lengkap.

Gratis boleh bikin orang penasaran, tetapi bukan berarti setiap ajakan otomatis punya agenda tersembunyi.

Baca Juga:Dua Rumah di Gobras Tamansari Tasikmalaya Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting ListrikKredit Tumbuh 3,26 Persen, NPL Priangan Timur Mendekati Batas 5 Persen

Begitu pula kabar yang beredar: sebelum ikut menyebarkan, ada baiknya memastikan dulu ujung pangkalnya.

Sebelumnya, isu tersebut mencuat setelah muncul informasi mengenai kegiatan healing gratis yang disebut diikuti puluhan warga Kota Tasikmalaya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya membenarkan adanya laporan mengenai kegiatan tersebut.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi menyebut sekitar 60 orang berangkat menggunakan dua bus.

Kegiatan itu disebut melibatkan warga Kecamatan Tamansari dan sebagian wilayah Nagarawangi.

Dalam informasi sebelumnya, kegiatan tersebut disebut menawarkan fasilitas gratis, mulai dari transportasi, konsumsi hingga penginapan.

Persoalan kemudian menjadi perhatian lantaran muncul dugaan adanya aktivitas yang berkaitan dengan keyakinan berbeda. (rezza rizaldi)

0 Komentar