TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW bisa saja diisi dengan banyak cara.
Ada yang berkumpul bersama keluarga. Ada yang memilih istirahat. Ada pula yang memanfaatkan waktunya untuk datang ke rumah orang yang sedang kehilangan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Usman Kusmana, S.Ag., M.Si., memilih yang terakhir.
Baca Juga:Satlat Dadaha Juara Umum Piala GHANNA, Regenerasi Petarung Tarung Drajat Tasikmalaya Terus DipacuCibangbay Cup 3 2026 Ditutup, Siska Putri FC Juara dan Tradisi Tarkam Setiawargi Tasikmalaya Berlanjut
Ia mendatangi warga korban bencana kebakaran di Kampung Babakan Teras, Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Empat rumah terdampak musibah tersebut.
Usman tidak datang dengan membawa banyak janji. Ia membawa bantuan sederhana: masing-masing korban mendapatkan Rp1,5 juta.
Nilainya mungkin tidak akan cukup untuk membangun kembali rumah yang terbakar.
Tetapi memang bukan itu ukurannya.
Dalam musibah, orang yang kehilangan rumah tidak selalu pertama-tama membutuhkan orang yang datang membawa solusi besar. Kadang yang paling dibutuhkan adalah seseorang yang datang dan berkata: Anda tidak sendirian.
Bantuan tersebut, kata Usman, merupakan bentuk gotong royong sekaligus upaya meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah.
Tiga warga yang menjadi bagian dari korban yang dikunjungi di antaranya Enceng Latip, yang juga merupakan Linmas, Dede Tina, istri dari dr. Edi Muhsin, serta Oo Ridwan.
“Ini sifatnya hanya membantu dan meringankan. Semoga korban diberikan kesabaran dan kekuatan,” ujar Usman.
Baca Juga:Pedagang Pasar Cikurubuk Dapat Cek Kesehatan Gratis, Hippatas Dorong Deteksi Dini PenyakitGerakan Pramuka di Kota Tasikmalaya Didorong Jadi Motor Pembentukan Karakter Generasi Muda
Namun Usman tidak berhenti pada pemberian bantuan. Kebakaran selalu menyisakan pertanyaan lama: mengapa pemadam kebakaran sering datang ketika api sudah lebih dulu menjadi sejarah?
Dari kejadian di Jamanis itu, Usman kembali mengingatkan pentingnya pemerataan layanan pemadam kebakaran.
Fraksi Gerindra, kata dia, mendorong agar UPTD pemadam kebakaran tersedia di setiap eks kewedanaan, lengkap dengan armadanya.
Alasannya sederhana. Kabupaten Tasikmalaya terlalu luas jika seluruh persoalan kebakaran harus menunggu armada dari pusat pemerintahan.
“Kalau dari ibu kota terlalu jauh. Rata-rata sebelum pemadam kebakaran sampai lokasi, sudah keburu habis semuanya,” katanya.
Ini bukan sekadar soal menambah kendaraan. Ini soal jarak antara api dan pertolongan. Dalam urusan kebakaran, selisih beberapa menit bisa berarti selisih antara satu kamar yang terbakar dengan satu rumah yang habis. Bahkan antara satu rumah dengan satu kampung.
