Libur Maulid, Usman Kusmana Pilih Datang ke Rumah yang Terbakar!

Usman Kusmana bantu korban kebakaran
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Usman Kusmana, S.Ag., M.Si., saat mendatangi warga korban bencana kebakaran di Kampung Babakan Teras, Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Selasa (25/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Karena itu, menurut Usman, sistem penanganan kebakaran harus mendekat kepada masyarakat. Bukan masyarakat yang harus mendekat kepada pemadam.

Usman juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap sumber kebakaran yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dapur. Kompor yang ditinggalkan. Hawu yang apinya belum benar-benar padam. Kabel listrik yang bermasalah.

Baca Juga:Satlat Dadaha Juara Umum Piala GHANNA, Regenerasi Petarung Tarung Drajat Tasikmalaya Terus DipacuCibangbay Cup 3 2026 Ditutup, Siska Putri FC Juara dan Tradisi Tarkam Setiawargi Tasikmalaya Berlanjut

Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru dapat berubah menjadi persoalan besar. “Jangan sampai meninggalkan kompor atau hawu yang masih ada apinya. Begitu juga harus hati-hati dengan instalasi listrik,” pesannya.

Apalagi memasuki musim kemarau. Api, kata orang tua, tidak pernah bertanya apakah rumah itu sedang siap atau tidak.

Ia hanya mencari sesuatu yang bisa dibakar. Karena itu kewaspadaan bukan hanya tugas petugas pemadam kebakaran. Ia dimulai dari dapur masing-masing rumah.

Usman berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui instansi terkait segera memberikan bantuan kepada para korban agar mereka dapat membangun kembali rumahnya.

Ia menyadari bantuan pribadi yang diberikan tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan.

Tetapi politik, dalam pandangannya, seharusnya tidak hanya hadir ketika ada panggung, baliho dan pemilu.

Politik juga harus hadir ketika warga sedang kehilangan. “Semoga Pemkab Tasikmalaya melalui instansi terkait segera memberikan bantuan untuk bisa membangun kembali. Saya hanya membantu, sifatnya meringankan saja bagi warga yang tertimpa musibah,” ujarnya.

Baca Juga:Pedagang Pasar Cikurubuk Dapat Cek Kesehatan Gratis, Hippatas Dorong Deteksi Dini PenyakitGerakan Pramuka di Kota Tasikmalaya Didorong Jadi Motor Pembentukan Karakter Generasi Muda

Mungkin di situlah makna sederhana dari gotong royong. Yang punya uang membantu dengan uang. Yang punya tenaga membantu dengan tenaga. Yang punya kewenangan membantu dengan kebijakan.

Dan yang punya jabatan, setidaknya jangan terlalu jauh dari masyarakat yang memilihnya. Karena bagi warga yang rumahnya baru saja terbakar, sebuah bantuan Rp1,5 juta mungkin bukan sekadar angka.

Itu adalah tanda bahwa masih ada yang datang. Masih ada yang peduli. Dan bagi Gerindra, kunjungan itu ingin ditegaskan sebagai pesan sederhana: Gerindra hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika membutuhkan suara. Tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan tangan. (red)

0 Komentar