TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Turnamen sepak bola Cibangbay Cup 3 2026 resmi berakhir setelah rangkaian pertandingan sejak Juli 2026 ditutup dengan laga grand final dan pembagian hadiah, Minggu sore (23/8/2026).
Turnamen yang berlangsung di wilayah Kelurahan Setiawargi tersebut kembali mencatatkan Siska Putri FC sebagai juara pertama. Sementara posisi runner-up diraih Revas FC dan juara ketiga ditempati Toloheor FC.
Selain gelar juara, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu dan tim.
Baca Juga:Pedagang Pasar Cikurubuk Dapat Cek Kesehatan Gratis, Hippatas Dorong Deteksi Dini PenyakitGerakan Pramuka di Kota Tasikmalaya Didorong Jadi Motor Pembentukan Karakter Generasi Muda
Bayu dari Siska Putri FC dinobatkan sebagai Top Score Cibangbay Cup 3 2026. Sementara penghargaan Best Player diberikan kepada Rizal Piana dari Toloheor FC.
Adapun penghargaan Best Team Fair Play diberikan kepada Liwar FC.
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H Wahid SPd, mengapresiasi pelaksanaan Cibangbay Cup 3 yang dinilainya berlangsung aman dan kondusif sejak awal hingga partai puncak.
“Turnamen sepak bola Cibangbay Cup ke-3 tahun 2026 telah selesai. Hari ini final berjalan dengan lancar dari awal pertandingan dari bulan Juli bertanding dan alhamdulillah berjalan kondusif, aman,” ujar Wahid kepada Radar.
Menurut dia, kelancaran turnamen tidak lepas dari kerja panitia serta dukungan unsur keamanan, mulai dari Polsek, Koramil, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas.
Wahid menilai keberadaan Cibangbay Cup menjadi aset tersendiri bagi Kota Tasikmalaya, terutama karena turnamen sepak bola antarkampung (tarkam) tersebut mampu bertahan hingga tahun ketiga.
“Ini sebuah aset di Kota Tasikmalaya, adanya tarkam yang sudah berjalan tiga tahun,” katanya.
Meski mayoritas pemain berasal dari Kelurahan Setiawargi, panitia memberikan ruang bagi pemain dari luar dengan batas maksimal tiga orang.
Baca Juga:Maulid Nabi di SMKN 2 Tasikmalaya, Siswa Diajak Kembali Menjadikan Rasulullah sebagai IdolaWalk in Ginding Merdeka Vibes di Kota Tasikmalaya! Jalan Santai Masuk Gang, Sambil Berbagi Sembako
Format tersebut dinilai tetap memberi kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang sekaligus menghadirkan persaingan yang lebih menarik.
Wahid juga mendorong agar turnamen tersebut tidak berhenti sebatas kompetisi tahunan.
Panitia, kata dia, bahkan tengah menyiapkan Sekolah Sepak Bola (SSB) Cibangbay sebagai wadah pembinaan pemain usia dini.
“Di sini juga akan dibentuk SSB karena bagaimanapun tentu harus ada penerusnya nanti, siapa anak-anak yang suka sepak bola,” ujarnya.
Ia memastikan dukungan terhadap Cibangbay Cup akan berlanjut. Wahid menyatakan turnamen tersebut diharapkan kembali digelar pada 2027.
