TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Regenerasi atlet Tarung Derajat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terus dipacu.
Sebanyak 70 atlet ambil bagian dalam Kejuaraan Tarung Derajat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Gelar Matras Piala GHANNA (Guru H. Noves Narayana) 2026 yang digelar pada 22-23 Agustus 2026 (Sabtu-Minggu) di Kawah Narayana, Perum Bumi Resik, Panglayungan, Kota Tasikmalaya.
Kejuaraan yang resmi dibuka Ketua Dewan Guru Tarung Derajat, Guru H. Noves Narayana, S.E., M.Si., turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra dan Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Jawa Barat Drs. Asep Herman Wijaya, M.Si.
Baca Juga:Cibangbay Cup 3 2026 Ditutup, Siska Putri FC Juara dan Tradisi Tarkam Setiawargi Tasikmalaya BerlanjutPedagang Pasar Cikurubuk Dapat Cek Kesehatan Gratis, Hippatas Dorong Deteksi Dini Penyakit
Bukan sekadar mengejar medali, kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengasah teknik, fisik, mental, sportivitas dan pengalaman bertanding. Targetnya pun tidak berhenti di level daerah, tetapi diproyeksikan menjadi bagian dari pembinaan menuju kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Namun, di balik panasnya pertarungan di atas matras, ada satu fakta menarik yang kembali mencuri perhatian. Satlat Dadaha sukses mempertahankan predikat Juara Umum sekaligus Satlat Terbaik untuk kali ketiga secara berturut-turut.
Di bawah binaan pelatih Kang Iwan Setiawan, Satlat Dadaha mengoleksi 5 emas, 7 perak dan 11 perunggu dari nomor Tarung Bebas yang mempertandingkan 13 kelas serta nomor Seni Gerak dengan enam kategori.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten masih menjadi senjata ampuh. Sebab, di dunia olahraga, juara boleh berganti, tetapi kerja keras biasanya tidak mengenal musim.
Sementara itu, penghargaan Petarung Putra Terbaik diraih Ristan dari Satlat Mutiara Cikurubuk di bawah binaan pelatih Kang Dudi Iskandar.
Adapun gelar Petarung Putri Terbaik diberikan kepada Aie Zamzam Bela Negara dari Satlat Dadaha yang juga berada di bawah binaan Kang Iwan Setiawan.
Ketua Pelaksana Kejuaraan, Kang Aswin Coltin, S.IP., mengatakan Piala GHANNA tidak diselenggarakan semata-mata untuk mencari pemenang.
Baca Juga:Gerakan Pramuka di Kota Tasikmalaya Didorong Jadi Motor Pembentukan Karakter Generasi MudaMaulid Nabi di SMKN 2 Tasikmalaya, Siswa Diajak Kembali Menjadikan Rasulullah sebagai Idola
“Kejuaraan ini kami selenggarakan bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan atlet muda. Piala GHANNA merupakan bentuk penghormatan kepada Guru H. Noves Narayana yang selama ini telah mengembangkan dan menjadi salah satu pelopor bela diri Tarung Derajat di wilayah Priangan Timur,” paparnya.
