OJK Tasikmalaya Beberkan Data Umum Pengguna Pinjol, Paling Banyak Diakses Kalangan Guru

Ojk tasikmalaya, guru pengguna pinjol
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati saat memberikan literasi keuangan, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kalangan guru menjadi kelompok profesi yang mendapat perhatian serius dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terkait penggunaan layanan pinjaman online (pinjol). Pasalnya tenaga pendidik diindikasi paling banyak mengakses aplikasi jasa pinjaman.

Berdasarkan data OJK secara nasional, sekitar 42 persen masyarakat yang mengakses pinjaman online berasal dari profesi guru. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok profesi lainnya.

Tingginya angka itu mendorong OJK Tasikmalaya untuk meningkatkan edukasi mengenai literasi dan pengelolaan keuangan kepada para guru. Edukasi tersebut dinilai penting agar kemudahan mendapatkan pinjaman tidak berujung pada masalah keuangan.

Baca Juga:Pesta Rakyat Pagi Sampai Malam! Warga MPCR Tasikmalaya Peringati Kemerdekaan dengan Kreatif, Rukun dan GembiraRekayasa Lalu Lintas Kelewat Batas! Penutupan Jalan Dadaha Tasikmalaya Mempersulit Akses Mobilitas Warga

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan guru menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan pemahaman lebih mengenai cara mengelola keuangan secara sehat.

“Ya, kami beri pemahaman bagaimana mengelola keuangan yang sehat, sehingga tidak menjadi korban pinjol,” ujar Nofa.

Menurut Nofa, edukasi literasi keuangan tidak hanya dilakukan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. OJK juga menyasar sejumlah daerah di wilayah Priangan Timur.

Ia menyebutkan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Ciamis. Sementara untuk Tasikmalaya, kegiatan edukasi literasi keuangan bagi guru dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

“Beberapa waktu lalu kami lakukan di Ciamis. Nah, nanti akhir bulan ini akan kami lakukan di Tasikmalaya,” katanya.

Nofa mengakui, kemudahan dalam mengakses pinjaman menjadi salah satu alasan layanan pinjol banyak digunakan masyarakat.

Pengajuan yang dapat dilakukan secara cepat dan melalui perangkat digital membuat masyarakat relatif mudah memperoleh pinjaman.

Baca Juga:Tidak Hanya Modal Tiup Peluit, Juru Parkir Digital Kota Tasikmalaya Berbeda Jauh dengan Jukir IlegalAwal Mula TPP Dipotong: Pernah Ada Skenario 50 Persen dan 10 Persen!

Meski demikian, kemudahan tersebut tidak boleh membuat calon debitur mengabaikan kemampuan finansialnya.

OJK mengingatkan masyarakat agar terlebih dahulu menghitung kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman. Sebab, setiap pinjaman tetap menjadi kewajiban yang harus dikembalikan sesuai dengan kesepakatan.

“Ini juga harus diingat, meskipun aksesnya mudah,” tegasnya.

OJK Tasikmalaya berharap peningkatan literasi keuangan dapat membuat masyarakat, termasuk guru, lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tanpa harus terjebak dalam utang yang sulit dikendalikan.

0 Komentar